Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Pause panjang.
MBAH KARSO
D) Pemudaran Raka Progresif:
MONTASE CEPAT:
- OKTOBER 2026: Raka 35% transparan—bisa lihat tulang rusuk
jelas
- NOVEMBER 2026: 40% transparan—organ internal mulai terlihat
bergerak
- DESEMBER 2026: 45% transparan—jantung berdetak terlihat jelas
- JANUARI 2027: 50% transparan—seperti hologram yang rusak total
CLOSE UP: TANGAN RAKA SEMAKIN TRANSPARAN—TULANG, URAT DARAH,
SEMUANYA TERLIHAT.
E) Lily Frustasi - Perpustakaan Kampus:
Lily di meja pojok—tumpukan buku paranormal setinggi dada.
Sudah 14 jam dia di sini. Mata merah. Belum tidur semalam.
Raka tidur di kursi sebelah—kepala di meja, tubuh 50%
transparan. Kelelahan.
Lily membuka buku terakhir—manuskrip fotokopi dari Cina kuno.
Membaca baris demi baris. Tidak ada yang baru. Semua bilang hal
yang sama.
Dia menutup buku pelan—napas gemetar.
Menatap Raka yang tidur—wajah damai tapi transparan.
Air mata jatuh—silent.
LILY
(berbisik ke diri
sendiri)
AKHIR MONTASE.
EXT. BENGKEL JAM ANTIK - BANDUNG - SORE (FEBRUARI 2027)
Toko kecil di jalan tua Braga yang masih mempertahankan
arsitektur kolonial. Plang kayu aus dengan cat mengelupas:
"BENGKEL JAM PAK YANTO - Est. 1965"
Raka dan Lily berdiri di depan pintu. Raka sekarang 55%
transparan—hampir seperti hantu di siang hari. Orang yang lewat
kadang tersentak—merasa ada sesuatu tapi tidak melihat jelas.
Mereka masuk. Bel pintu berbunyi—ting.
Puluhan jam antik di dinding—SEMUA berhenti di 03:17. Ratusan
jam. Semua berhenti di momen yang sama.
Bukan kerusakan. Bukan kebetulan. Menunggu sesuatu.
PAK YANTO (75, tangan keriput tapi sangat steady, mata tajam di
balik kacamata tebal) di meja kerja—membongkar jam saku kuno
dengan presisi ahli bedah.
Kaca pembesar di mata. Pinset kecil. Komponen mikroskopis
tersebar di atas kain velvet.
Tidak mendongak saat mereka masuk—tahu mereka akan datang.
PAK YANTO
(tanpa mendongak, suara
tenang)
Menaruh komponen kecil dengan hati-hati—jangan sampai hilang.
PAK YANTO
Raka berhenti di tengah ruangan—seperti tersengat listrik.
Bagaimana dia tahu?
RAKA
(shock)
PAK YANTO
(mendongak, melepas
kacamata, menatap
transparansi Raka)
Membersihkan kacamata dengan kain lembut—gerakan yang sudah
dilakukan ribuan kali.
PAK YANTO
Lily duduk perlahan di kursi tamu—bingung, shock.
LILY
(bingung)
Pak Yanto tersenyum sedih—senyum orang yang hidup dengan
penyesalan 37 tahun.
Menggulung lengan kiri dengan pelan.
Tangannya BERCAHAYA EMAS SAMAR—sangat redup, hampir mati, tapi
masih ada. Seperti bara yang hampir padam.
Lily dan Raka menatap dengan mata lebar—shock total.
PAK YANTO
(suara penuh penyesalan)
Air mata turun di pipi tuanya—37 tahun rasa bersalah yang tidak
pernah hilang.
PAK YANTO
Pause—sulit melanjutkan.
PAK YANTO
Suara bergetar—malu, sedih, menyesal.
PAK YANTO
Menatap tangannya yang masih bersinar samar.
PAK YANTO
Diam panjang. Hanya suara detik jam yang telah berhenti—
bunyi hantu yang terus bergema.
PAK YANTO
Menatap lantai—tidak berani menatap mata mereka.
PAK YANTO
Mengusap mata—air mata terus jatuh.
PAK YANTO
Pause.
PAK YANTO
Tanpa persiapan. Tanpa penjelasan.
Raka menarik napas cepat—mengerti sekarang. Nama itu familiar.
RAKA
(berbisik, mengerti)
PAK YANTO
(hancur, menangis)