Cuplikan Chapter ini
Jam istirahat pertama baru saja dimulai ketika bel sekolah berbunyi nyaring membubarkan murid-murid dari ruang kelas seperti kawanan burung yang lepas dari sangkar Dalam hitungan detik koridor sekolah yang semula lengang berubah menjadi lautan seragam putih biru yang saling bersilang Sebagian menyerbu kantin sebagian lagi memenuhi halaman sekolah hanya untuk memperdebatkan hasil pertandingan sepak bola semalam dengan kesungguhan yang seolah-olah menentukan nasib bangsaAku sedang berada