Cuplikan Chapter ini
Saat pertama kali kaki ini menapak di kantor sekolah Bu Dewi sang Bendahara hanya memandangku sekilas Sebuah tatapan kilat yang datar berdurasi kurang dari dua detik Aku memaklumi pandangan kasual yang tidak bertenaga itu Walaupun aku memiliki modal ketampanan tervalidasi tingkat tinggi dari Ibu Kepala Desa status sosialku yang hanya seorang guru honorer miskin jelas tidak akan memiliki gaya gravitasi yang kuat untuk menarik perhatian seorang bendahara muda yang cantik bergelar Sarjana