Cuplikan Chapter ini
Dengan dada setangguh tiang pancang jembatan yang ditancapkan oleh pekerja dengan sepenuh hatiaku kembali ke kelas Kamus batu bata di tanganku kini terasa seringan buku gambar Duniaku terang benderang Di kelas senyumku melebar dengan sudut elevasi sekitar dua puluh sembilan derajat Bersaing dengan sudut senyuman sang bendaharaNamun kedamaian itu hanya bertahan tiga puluh menitSaat aku baru selesai menuliskan materi Simple Present Tense di papan tulis pintu kelasku diket