Cuplikan Chapter ini
Pagi itu koridor sekolah memiliki tingkat kelembapan yang tidak ideal untuk konsentrasi Aku duduk di balik meja piket mencoba memfokuskan sisa-sisa sel otakku pada buku besar absensi kelas dua yang kolom-kolomnya mulai memusingkan mata Mengisi presensi kehadiran murid-murid kampung ini rasanya jauh lebih rumit ketimbang menghitung kalkulasi gaya momen pada perencanaan jembatan bentang panjangSREKKSebuah gesekan material yang asing tiba-tiba menginterupsi pendengaranku Sebelum aku sempa