Cuplikan Chapter ini
Malam mengendap perlahan di sepanjang pesisir meninggalkan keheningan yang pekat di atas jalur Sungai Mentaya Di ujung bilah-bilah ulin yang mulai retak dimakan usia aku membiarkan kedua kakiku menjuntai ke arah air yang gelap Suara kecipak air menghantam tiang dermaga terdengar seperti bisikan samar memanggil kembali potongan ingatan yang keras kepalaKetika bisingnya ruang kelas dan sandiwara harian di sekolah surut di sinilah aku berakhir Menjadi diri sendiri yang utuh tanpa bualan