Cuplikan Chapter ini
Riuh rendah urusan administratif di sekolah akhirnya surut menyisakan dengung sepi yang membawa langkahku ke dermaga ini Aku memilih sendiri Menatap senja dari atas bilah-bilah kayu yang mulai lapuk Di bawah kakiku permukaan Sungai Mentaya perlahan menggelap berubah menjadi cermin raksasa yang menangkap sisa cahaya langit kemerahan yang sedang sekarat Angin pesisir bertiup tipis membawa bau khas air sungai yang tenang dan aroma lumpur pantai melarutkan sisa-sisa kepenatan siang tadi