Cuplikan Chapter ini
Pertengahan Agustus di tahun 1993 Langit di atas Kota Langkarsa muram seolah-olah ikut berkabung atas kehilangan besar yang mengguncang salah satu keluarga paling berpengaruh di LangkarsaDi dalam ruang remang-remang dengan wewangian cendana yang samar Kartina Saigunna duduk terpaku di hadapan meja bulat berbalut kain beludru merah tua Di seberangnya Madam Lour En mengusap pelan permukaan kartu-kartu Tarot yang tergelar rapi seperti barisan nasib tak terelakkanSemuanya terbukti gu