Cuplikan Chapter ini
Sore itu udara terasa lebih padat dari biasanya Rani duduk di bangku kayu kecil di belakang kios Madam Lour En memandangi langit jingga yang seolah menyimpan pesan-pesan rahasia Di dalam aroma lavender dan kayu manis menyeruak dari dupa yang menyalaMadam Lour En keluar dengan secangkir teh menyerahkannya kepada Rani tanpa banyak bicara Hanya satu kalimat yang ia ucapkan Namun seperti irama yang telah ditulis sejak lamaPerayaan itu akan menjadi awal dari sebuah akhirRani mena