Cuplikan Chapter ini
Tidak ada asap jika tidak ada api Lalu hari itu di ruang sunyi beratap rendah dengan aroma dupa lembut percikan api yang ditunggu-tunggu oleh Rani akhirnya membesar menjadi baraMadam Lour En menatap penuh sorotan Wajahnya tenang seperti biasa tetapi tangan-tangannya tidak pernah diam sibuk menata kartu tarot satu per satu Kali ini bukan untuk Rani Kali ini pembacaannya dipersembahkan untuk seorang tamu istimewaSeorang wanita elegan dengan setelan warna navy rambut disanggul ti