Cuplikan Chapter ini
Malam itu apartemen Setio remang-remang hanya satu lampu lantai di samping sofa menyala redup Dia terduduk di karpet bersandar pada tepi sofa kulitnya dengan kemeja flanel kusut yang dikenakannya sejak pagi tadi Di luar jendela kaca berbingkai aluminium itu kota tetap berkelap-kelip gemerlap seperti biasa Seolah tak terjadi apa-apa hari ini acuh tak acuh pada dukanya Seakan tidak tahu ada anak sebelas tahun yang baru saja terbujur kaku di lantai tujuh rumah sakit karena terlambat di