Cuplikan Chapter ini
Sementara itu di sebuah kamar di fasilitas rahasia itu Zikri terbaring lemah Ruangan itu sepi Para penjaga sepertinya meremehkan seorang anak kecil berkaki satu yang sedang sakit parahZikri perlahan membuka matanya Tenggorokannya kering kepalanya berdenyut pusing Dia baru saja hendak memanggil siapa pun yang bisa mendengar ketika pintu kamar berderit terbukaSeorang pria berseragam gelap melangkah masuk membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih Dia meletakkannya di