Cuplikan Chapter ini
Matahari siang memanggang taman kota Di bawah pohon yang rindang Zikri terlihat duduk beristirahat di bangku taman kesukaannya Sesekali dia menyeka peluh di dahinya Zikri sapa sebuah suara bariton yang akrab Bocah itu mendongak Wajah sayunya langsung cerahEh Om Setio Sepatunya kotor lagi OmSepatuku masih bersih jawab Setio seraya duduk di sebelahnya Ditatapnya wajah bocah yang pucat itu Bagaimana keadaanmu hari iniBaik Om ucapnya pelan tapi sumringah Om tahu nggak ke