Cuplikan Chapter ini
Kamar di lantai tujuh itu sunyi hanya terdengar dengung pelan pendingin udara dan irama tetesan cairan dari kantong infus di tiang Aroma antiseptik khas rumah sakit menguar di udara Cairan pereda nyeri dan nutrisi itu mengalir perlahan ke pembuluh darah Zikri untuk meringankan penderitaannyaMalam itu Zikri terbaring sendiri Ibunya harus pulang untuk menidurkan adiknya Perawat yang berjaga di pos mendatanginya setiap dua jam Tapi dia hanya setengah terpejam memandang bintang-bintang da