Cuplikan Chapter ini
Kesadaran berangsur merayap kembali ke dalam benak Kapten Satria Denyut nyeri tajam mulai terasa di sekujur ototnya Bau antiseptik khas rumah sakit menembus penciumannya Kelopak matanya terasa berat serasa ada batu yang mengganjal Ada cahaya menyilaukan menembusnya meski terpejam Kapten Satria berusaha menggerakkan badan tapi tubuhnya terkunci dalam belenggu logam Dia mendapati dirinya terpasung pada papan logam Mereka telah melucuti setelan tempurnya dan menyisakan celana dalam mera