Cuplikan Chapter ini
Pagi datang dengan cahaya yang lembut tidak memaksaPerempuan itu berdiri di balkon secangkir kopi di tangan memandang kota yang perlahan bangun Di belakangnya pria itu masih duduk membaca berita tanpa suarakebiasaan lama yang tidak pernah ia lepaskanMereka tidak tinggal bersamaBelumNamun pagi itu terasa akrab seperti rutinitas yang tidak perlu dijelaskanAku ada rapat jam sembilan katanyaAku syuting jam sepuluh jawabnyaTidak ada nada keluhan Tidak ada permintaan agar sala