Cuplikan Chapter ini
Mereka memilih tempat yang tidak mencolokSebuah kafe kecil di sudut jalan lampunya redup musiknya hampir tidak terdengar Tempat yang memungkinkan dua orang duduk lama tanpa harus menjelaskan apa pun pada siapa punPerempuan itu datang lebih dulu Ia memilih kursi di dekat jendela punggung menghadap dindingkebiasaan lama untuk merasa aman Saat pria itu masuk beberapa menit kemudian ia hanya mengangkat tangan kecil isyarat singkat tanpa senyum berlebihanKamu kelihatan sama katanya