Cuplikan Chapter ini
Beberapa hari setelah rak-rak surat mulai terisi Pak Anwar datang seperti biasa Kopi hitam Meja dekat jendela Dan kebiasaan memandangi orang-orang tanpa terlihat sedang memandangi merekaMenjelang tutup ketika pelanggan terakhir pulang ia masih duduk di tempatnya Tidak membaca Tidak bermain ponsel Hanya diam Seolah sedang menunggu sesuatuAda yang dipikirkan Pak tanya Sena sambil membereskan mejaAnwar tersenyum kecil AdaBeratCukup lamaJawaban itu membuat Sena tertawaNamun An