Cuplikan Chapter ini
Egi sebenarnya tidak pernah berniat bekerja di kedai kopi Kalau ditanya saat SMA dulu ia mungkin akan menjawab ingin menjadi musisi Atau pemain sepak bola Atau YouTuber Jawabannya berubah setiap mingguSatu-satunya hal yang konsisten adalah ketidaktahuannya terhadap masa depan Dan bagi Egi itu bukan masalah Masalah baru muncul ketika ayahnya meninggal Mendadak Tanpa aba-aba Tanpa kesempatan untuk bersiapTanpa kesempatan untuk berpamitan Setelah itu hidup berubah lebih cepat darip