Cuplikan Chapter ini
Malam itu Sena tidak langsung pulangIa kembali ke Kopitaloka Sendirian Jalanan Citeureup sudah jauh lebih lengang Lampu-lampu toko mulai padam satu per satu Namun papan nama Kopitaloka masih menyala redup Seperti seseorang yang belum siap tidurBegitu masuk ke dalam pandangannya langsung jatuh pada kursi-kursi kosong Kursi yang selama beberapa bulan terakhir hanya mengingatkannya pada kerugian Pada tagihan Pada laporan keuangan Pada kemungkinan tutup Namun malam itu untuk pertama