Cuplikan Chapter ini
Hari itu berjalan seperti kebanyakan hari lain di Kopitaloka Sepi Tidak sepenuhnya kosong tetapi cukup sepi untuk membuat jam dinding terdengar lebih keras dari biasanya Sena sedang mengelap meja dekat jendela ketika lonceng pintu berbunyiKlingIa menoleh tanpa terlalu berharap Mungkin pelanggan Mungkin pemasok Mungkin Egi yang lupa membawa sesuatu Namun yang masuk adalah seorang pria berjaket kurirMas SenaIyaPria itu memeriksa sebuah kertas Lagi buka yaSena tertawa kecil Untu