Cuplikan Chapter ini
Cahaya obor menembus celah dedaunan tepat ketika langit mulai memutih di ufuk timur dan Lyra terbangun bukan karena mimpi buruk melainkan karena tangan Morena yang mendadak kaku menggenggam bahunyaJangan bergerak bisik Morena suaranya nyaris tidak terdengar Jangan bersuaraMelalui celah ranting yang menutupi mulut rongga tempat mereka bersembunyi Lyra bisa melihat kaki-kaki kuda berhenti tidak jauh dari sanatiga ekor mungkin empatdan suara derap yang turun dari pelana sepatu baj