Cuplikan Chapter ini
Suara pertama yang membuat mereka berhenti bukan teriakan manusia melainkan derit kayu yang patah dari arah yang terlalu dekat untuk terasa amandan ketika Lyra menoleh ia melihat sebatang pohon tua di tepi hutan yang akarnya sudah lama menggerogoti fondasi gudang penyimpanan gandum desa roboh perlahan ke arah bangunan yang sudah setengah terbakar membawa serta atapnya dalam gemuruh percikan api yang melompat lebih tinggi dari pucuk pohon mana pun di sekitarnyaTerus jalan kata Ilsa