Cuplikan Chapter ini
Bau asap membangunkan Lyra sebelum suara apa pun sempat terdengar dan untuk beberapa detik ia berbaring saja di dipannya bingung kenapa hidungnya terasa perih di tengah malam yang seharusnya sunyiLalu bel kuil berbunyibukan denting biasa yang menandai waktu salat pagi tapi dentuman berulang yang dipukul terlalu cepat terlalu keras cara membunyikan lonceng yang hanya dipakai sekali dalam ingatan Lyra tiga tahun lalu ketika kebakaran kecil di gudang jerami Pak Colder nyaris menjalar