Cuplikan Chapter ini
Setelah acara pertunangan usai aku kembali ke kota untuk melanjutkan pekerjaan Aku berusaha menenggelamkan diri dalam rutinitas seolah-olah dengan bekerja keras semua masalah dan kepahitan ini bisa hilang begitu saja Aku ingin pikiranku kosong hanya terisi oleh angka dan tugas agar tak sempat meratapi nasib yang sedang menimpa Dua minggu berlalu komunikasi antara aku dan Herry bisa dihitung jari Kami hanya bertukar kabar sebanyak dua kali lewat telepon dan itu pun singkat kaku se