Cuplikan Chapter ini
Minggu-minggu berlalu setelah percakapan pedas itu dan aku kerap kali menumpahkan air mata dalam kesunyian malam Hatiku telah berusaha membatu mencoba untuk berhenti berharap namun naluri sebagai seorang anak tak bisa dibohongi Sekuat apa pun aku berdiri tegar sedalam apa pun luka yang menganga aku tetaplah seorang putri yang mendambakan kasih sayang dan pengakuan dari ayahku sendiri Namun harapan itu selalu pupus berganti dengan tumpukan kekecewaan yang kian menumpuk Hingga suatu