Cuplikan Chapter ini
Aku masuk ke kamarku yang sempit mengunci pintu dari dalam Di sana di tengah kegelapan aku akhirnya menangis sejadi-jadinya Bukan lagi menangis karena dipukul atau dimarahi tapi menangis karena aku sadar satu hal pahit bahwa harapan pada keluarganya sendiri ternyata adalah luka yang paling menyakitkanMalam itu aku berjanji dalam hati ia tak akan lagi menaruh harapan pada mereka Karena setiap kali ia berharap ia hanya akan mendapatkan luka baru yang makin dalamDan di sudut kamar