Cuplikan Chapter ini
Langkahku terasa berat namun tegas saat berjalan menuju ruang tengah Di sana Bibiku sedang duduk santai seolah tidak terjadi apa-apa Melihat wajah itu dadaku terasa sesak napasku tertahan oleh ribuan pertanyaan yang ingin kulontarkan Bibi panggilku Suaraku terdengar parau Bibiku menoleh sedikit terkejut melihat raut wajahku yang berubah Ada apa Sa Kenapa mukanya begitu Kenapa Dika masih pakai baju bekas Kenapa sepatunya juga bekas Aku menahan getar suaraku mataku mena