Cuplikan Chapter ini
Sentuhan hangat itu seketika memecahkan kebekuan di hatiku Aku memeluk tubuh mungil itu kembali mengeratkan pegangan seolah takut adikku akan hilang dibawa oleh waktu Di pelukan Dika aku menemukan sedikit kekuatan untuk bertahan Aku berjanji pada diri sendiri semua ini tidak akan berlangsung selamanya Keesokan paginya waktunya aku harus kembali ke kota Sinar matahari pagi itu tidak terasa hangat sama sekali bagi hatiku yang beku Sebelum berangkat aku berlutut menyamakan tinggi bada