Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG/KAMAR - PAGI
Asti duduk di kursi, memandangi Astrid, Astrid tertidur lelap, beberapa detik kemudian Astrid menggeliat, bangun.
ASTI
Astrid diam, ia mengucek mata.
ASTI (CONT’D)
Astrid menguap, ia menutupi mulutnya yang menguap.
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
Astrid membuka kaosnya, Asti kaget.
ASTI
ASTRID
(sambil berlalu dan cengengesan)
Asti memandang Astrid yang berlalu kemudian melamun, wajahnya murung.
Satriyo datang dari ruang depan, ia duduk di samping Asti, ia berkata,
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Satriyo melamun, Asti melihat kearah Satriyo, Asti kemudian bertanya,
ASTI
SATRIYO
Asti menunduk, Satriyo mengambil bungkus rokok dan korek dari kantung bajunya, mengambil satu batang rokok,
tiba-tiba Asti berkata,
ASTI
Satriyo memandang Asti, kemudian Satriyo mengambil satu batang dari dalam satu bungkus rokok kemudian memberikannya kepada Asti.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - SORE
Astrid bersama dengan tiga anak seumurannya. Seorang remaja smp menunjuk sebuah halaman buku, ia berbicara, namun suaranya tidak bisa didengar penonton, Astrid dan remaja smp lainnya melihat halaman buku yang ditunjuk oleh remaja smp tersebut, Astrid berbicara kepadanya, dua remaja smp lainnya memperhatikan.
Satriyo memperhatikan dari pintu tengah, ia kemudian masuk ke dalam.
INT. RUANG BELAKANG - SORE
Satriyo mengambil kopi yang ada di meja kemudian dia duduk. Terdengar dialog antara Astrid dan tiga orang temannya. Saat dialog Astrid dan tiga temannya terdengar Satriyo sedang menyeruput kopinya beberapa kali, meletakkannya di meja kemudian menyandarkan kepala di tembok anyaman bambu.
TEMAN ASTRID 01 (O.S)
ASTRID (O .S)
TEMAN ASTRID 02 (O.S)
TEMAN ASTRID 01 (O.S)
ASTRID (O.S)
TEMAN ASTRID 03 (O.S)
TEMAN ASTRID 02 (O.S)
ASTRID (O.S)
TEMAN ASTRID 02 (O.S)
Suara yang didengar Satriyo hilang bersamaan dengan suara Wa Sirah yang sedang bersholawat di masjid.
Suara sholawat makin keras, Asti keluar dari kamar. Sambil jalan ke arah pintu belakang ia menggerutu,
ASTI
SATRIYO
Asti menghentikan langkahnya. Berkata,
ASTI
Satriyo terdiam.
EXT. RUMAH WA SIRAH - DEPAN PINTU - MALAM
Pardi berdiri di depan pintu, rokok ia hisap dalam-dalam. Satriyo, Asti dan Astrid berjalan ke arahnya.
Satriyo mendekat dan menyalami Pardi, mereka semua saling memberi salam.
SATRIYO
(mengulurkan tangan untuk salaman)
PARDI
(menyalami Satriyo)
SATRIYO
Pardi melangkah diikuti yang lain, ia membuka pintu lebar-lebar. Sambil membuka pintu ia berkata,
PARDI
SATRIYO
INT. RUMAH WA SIRAH - RUANG BELAKANG - MALAM
Adegan diambil secara Total Shot.
Asti mulai duduk di kursi panjang, kursi yang biasa ada di tempat penjual bakso, ia memilah-milah kaset, dilihatnya kaset Didi Kempot, ia memandangnya dan meletakkannya kembali di meja.
Pardi berjalan menuntun Astrid, Satriyo berjalan di belakang mereka, Astrid masuk disusul Pardi, saat Pardi hendak menutup pintu Satriyo mencegah dengan tangannya.
SATRIYO
PARDI
Satriyo melihat ke sekeliling, dia melihat sebuah bangku di samping pintu masuk, ia mengangkatnya, Asti sejak tadi terlihat mengetuk-ngetukkan kaset Didi Kempot.
Dalam adegan tersebut kita mendengar Pardi berkata pada Astrid.
PARDI (O.S)
Satriyo meletakkan bangku yang ia bawa tepat di depan pintu masuk
PARDI (CONT’D) (O.S)
Satriyo duduk memperhatikan, matanya sayu.
Terdenger suara Pardi mengenyot payudara Astrid, Astrid mendesah.
Mata satriyo makin sayu, Asti membuka kaset Didi Kempot.
PARDI (O. S)
(menghisap puting susu)
Satriyo memperhatikan dengan seksama, matanya menjadi merah, Asti memasukkan kaset Didi Kempot ke dalam tape, ia melongok ke Satriyo dan bertanya,
ASTI
Sambil tetap menonton Satriyo berkata,
SATRIYO
Kita juga mendengar suara susu Astrid yang dikenyot Pardi dan desahan Astrid.
Asti bertanya lagi,
ASTI
Sambil terus menatap ke depan dengan mata yang makin memerah satriyo menjawab,
SATRIYO
Sambil melengos Asti berkata,
ASTI
Asti menekan tombol play, terdengar intro lagu cucak rowo dari Didi Kempot. Satriyo diam, dia menonton dengan mata memerah dan sayu, bola mata Asti menatap langit-langit kemudian menunduk dan menatap langit-langit kembali, gestur tubuhnya resah, Asti berusaha menahan isak.
Saat suara vocal Didi Kempot mulai terdengar kredit title muncul, beberapa saat kemudian saat pasangan duet Didi Kempot mulai bernyanyi layar pun menggelap dan kita bisa melihat full credit title.