Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SIANG
Sebuah dapur, kotor dan kumuh. Mutu dan ciri yang masih berisi sambal berjejeran dengan wajan dengan minyak yang sudah berwarna hitam pekat. Satriyo (42) duduk di kursi rotan, ia memangku kedua tangannya yang kurus di dagunya.
Di tengah-tengah tergeletak secangkir kopi di atas meja kayu yang termakan rayap. Kopinya masih penuh, puntung rokok tergeletak dan masih menyala diatas sebuah kertas obat nyamuk. Asti (40) muncul dari ruang lain, duduk di kursi rotan di samping suaminya. Terdengar suara berderit saat ia duduk.
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Satriyo bangkit dari kursinya, mengambil dan mengisap puntung rokok dalam-dalam, menatap Astrid yg sedang tertidur memeluk guling di kamar. Asti melihat ke arah Satriyo, kemudian melangkah menuju tempat ciri mutu, mengambil ciri mutu, melangkah ke luar kemudian membuang sambal ke paceran. Satriyo kaget, ia memprotes.
SATRIYO (CONT'D)
ASTI
SATRIYO
ASTI
Satriyo terdiam. Ia berpaling menatap Astrid (14 tahun) sambil mengisap rokok dalam-dalam.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - SIANG
Astrid duduk di kursi rotan, membuka lembar demi lembar LKS. LKS tersebut terlihat usang. Tertera di buku LKS: Kelas 3 SMP. Astrid membaca dengan serius. Ruangan temaram, lampu menyala redup hampir mati, menyala redup, dan hampir mati lagi, begitu terus. Ruangan depan hanya terdiri beberapa kursi rotan yang sudah agak rusak, sebuah meja kecil, dan sedikit jauh di depannya sebuah rak buku, Astrid duduk di kursi rotan yang agak baik diantara yag lain, dinding bambu nampak dimasuki cahaya karena berlubang.
Terdengar suara pintu diketuk, Astrid menaruh lembar LKS di kursi sebelah kemudian berdiri dan melangkah ke depan pintu, ia membuka pintu. Terlihat Susi (34) membawa dua kantong kresek dan sebuah termos es. Susi memberi salam dan Astrid menjawabnya. Astrid mencium tangan Susi.
SUSI
ASTRID
SUSI
Susi menepuk-nepuk termos
SUSI
ASTRID
Susi menyerahkan dua kantong kresek berisi ikan dan sebuah termos es.
SUSI
ASTRID
SUSI
ASTRID
Susi berbalik, Astrid memperhatikan Susi melangkah pergi.
CUT TO:
EXT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KEBUN - SORE
Astrid sedang duduk di sebuah kursi kecil sambil menseset ikan tepat beberapa langkah di depan pintu ruang belakang, Astrid terus menseset. Dari jarak beberapa meter Asti berjalan ke arah Astrid, Asti membawa kresek berisi sayur bayam, Asti menegur Astrid.
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
Asti duduk lalu mengambil ikan dari kresek dan mulai mensesetnya.
ASTI
Astrid masuk ke dalam sedangkan Asti berdiri, menggeser kursi agak ke barat, kemudian duduk lagi, Asti melanjutkan menseset ikan.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - MALAM
Satriyo duduk di kursi kecil tepat di depan pintu, bersandar ke pintu dan mengkebas-kebuskan rokok, rokoknya masih panjang. Asti duduk menghadap ke meja makan, dilihatnya kucing yang sedang berebut tulang ikan di luar.
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
Satriyo terkejut dan tertegun, ia memelototi Asti yang sedang memperhatikan Astrid yang sudah terlelap, sorot mata Satriyo berubah seketika ketika kamera menjadikan kerut wajah Asti sebagai fokus utama melalui sudut pandang Satriyo. Satriyo memegangi pipinya dan kembali bersandar pada pintu, ia mengkebas-kebuskan rokoknya, matanya berair.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KAMAR - SUBUH
Asti dan Astrid tertidur lelap, Satriyo mengucek-ucek matanya dalam posisi duduk, menunduk dan memejamkan mata selama beberapa detik. Satriyo bangkit dari ranjangnya, menggoyang-goyangan tubuh Asti.
SATRIYO
Asti bergeming, Satriyo menggoyang-goyangkan badan Asti berulang kali, Asti membalikkan badan ke arah Satriyo, membuka mata kemudian bangun. Satriyo berjalan ke arah Astrid, tiba-tiba Asti berkata.
ASTI
SATRIYO
Satriyo menguap.
SATRIYO
ASTI
Asti terdiam matanya merah berair. Satriyo hanya terdiam.
SATRIYO
Suasana hening dan pause.
DISSOLVE TO:
EXT. BAGIAN TERAS WARUNG KELONTONG BU MARYAN - SORE
Anak-anak kecil berusia sekitar usia 7-9 tahun bermain bola, mereka riang dan sesekali terdengar suara tawa dari mereka. Maryan (54 tahun) kegerahan dan terus
mengipas-ngipas bagian atas tubuhnya dengan buku yang dilipat.
MARYAN
Sambil mengipas-ipas tubuh Maryan berkata sambil mengeraskan suaranya.
MARYAN (CONT’D)
Terdengar suara Dodi (25) dari dalam.
DODI (O.S)
MARYAN
DODI (O.S)
MARYAN
DODI (O.S)
MARYAN
ASTRID (O.S)
Sambil melihat ke arah lain dan terus mengipasi tubuhnya bu Maryan membalas,
MARYAN
Kamera memperluas pandangannya, kita melihat Astrid dengan pakaian yang terlihat bersih.
ASTRID
Maryan tertegun sesaat.
MARYAN
ASTRID
INT. RUANG TENGAH RUMAH BU MARYAM - SORE
Dodi, pemuda dengan perawakan kurus dan brewokan memperhatikan dari dalam, ia melihat Astrid dan Maryan berbincang. Kamera menyorot secara Long OSS dari sudut pandang Dodi
MARYAN
ASTRID
MARYAN
ASTRID
CUT TO:
INT. KAMAR DODI - MALAM
DODI
(memelankan suara)
Sinyo (27) menjawab dari balik telpon.
DODI
SINYO (O.S)
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - SIANG
Satriyo mengetik sms di handphone samsung miliknya, handphonenya terlihat mulus, ia mengetik selama beberapa saat kemudian terdengar pesan masuk dan ia membacanya lalu mengetik kembali, Asti datang dari belakang, wajahnya muram, dengan perlahan ia duduk di kursi kayu lesehan.
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
SATRIYO
ASTI
Satriyo berbalik badan dan melanjutkan mengetik sms. Asti kesal, ia membuang nafas dan berlalu pergi.
INT. RUMAH/WARUNG KELONTONG BU MARYAN - SIANG
Dodi menggunting satu renteng sacet kopi kemudian memberikannya pada ibu-ibu pembeli.
DODI
Handphone Dodi berdering, Dodi mengeluarkan handphone dari sakunya, kemudian membaca sms, dan memasukkan kembali handphone ke dalam saku.
CUT TO:
EXT. DEPAN RUMAH SINYO - SIANG
Dodi mengetuk pintu kemudian pintu terbuka. Sinyo, kurus dan jangkung, berambut cepak tentara menampakkan ekspresi yang datar.
SINYO
Dodi mencengkeram baju Sinyo, dengan refleks Sinyo pun menyingkirkan tangan Dodi.
SINYO (CONT'D)
DODI
SINYO
DODI
SINYO
SINYO
DODI
SINYO
CUT TO BACK TO:
INT. KANTOR POLISI - MARKAS INVESTIGASI BAGIAN EKSPLOITASI WANITA DAN ANAK - POLDA METRO JAYA - SIANG
Beberapa intel baik polisi dan polwan menggunakan headset, sebuah mesin penyadap kepolisian sedang berjalan. Dan terdengar,
DODI (O.S)
SINYO (O.S)
DODI (O.S)
SINYO (O.S)
CUT TO BACK TO:
INT. RUMAH SINYO - RUANG TAMU - SIANG
Kamera menshoot Dodi dan Sinyo dari sudut pandang sebuah meja secara PAN, kita bisa mendengar Dodi dan Sinyo mengobrol.
DODI
SINYO
DODI
SINYO
DODI
SINYO
DODI
SINYO
DODI
Keduanya tertawa terbahak-bahak.
EXT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KAMAR MANDI - SORE
Asti mengucek-ucek celana jeans, mengambil sabun colek kemudian menkucek-kuceknya kembali, ia juga beberapa kali membanting-banting celana jeans dan menkucek-kuceknya lagi. Terdengar suara pintu digeser dan bersamaan dengan itu kita mendengar suara Satriyo.
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Asti menghantamkan tangannya ke tempat cucian dengan begitu keras.
ASTI
Satriyo panik, ia berusaha menenangkan Asti.
SATRIYO
Asti menunduk, ia terisak lirih.
ASTI
Satriyo lesu, ia pergi dari kamar mandi, Asti menunduk, ia melanjutkan mengucek-ucek pakaian kemudian menyiramnya dengan air.
EXT. PASAR - PAGI
Sayup-sayup terdengar lagu "Prau Layar" Asti dan Astrid sedang berjalan, Astrid menenteng belanjaan, nampak sayur bayam menyembul dari kresek.
Rangkaian Shot dari sekitar Asti dan Astrid adalah:
- SEORANG ANAK KECIL YANG SEDANG MENUNGGU DI LUAR PINTU TEMPAT PERONTOKKAN KULIT DAN PENYEMBELIHAN HEWAN, MATA DAN MULUTNYA MENGGAMBARKAN BEDAPA PENASARAN DIRINYA.
- SEORANG PRIA PARUH BAYA MERAPIKAN KAOS-KAOS JUALANNYA YANG DITATA RAPI, PRIA TERSEBUT MELIHAT SATU DUA PAKAIAN DAN MENUKARKAN POSISINYA DENGAN KAOS YANG LAIN.
- IBU IBU TUA YANG MENUNGGUI DAGANGAN NYA, BUMBU DAPUR, SAMBIL MEROKOK. BAHAN-BAHAN MEMBUAT ROKOK LINTINGAN ADA DI SAMPINGNYA, DI BELAKANG MEJA BUMBU DAPUR.
- PENJUAL KEONG HIAS YANG SEDANG DIKERUMUNI BEBERAPA ANAK-ANAK DAN PEMUDA.
Tiba-tiba Asti tertegun, matanya menjadi kamera, dalam matanya terlihat Pardi (29), berawakan sedikit gemuk dan bewokan, hanya memakai kaus dalam, memegang rokok ditangannya, namun tidak menyala.
Tiba-tiba Asti menarik tangan Astrid.
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
(tertawa kecil)
Asti melepaskan tangannya dari Astrid.
ASTI (CONT’D)
Asti dan Astrid berjalan mendekati Pardi, sesampainya di tempat Pardi, Astrid, mengajak bersalaman, Pardi membalas dengan senyum ramah, Pardi menyalurkan tangannya pada Astrid, Astrid dan Pardi saling berjabat tangan.
Sambil menjabat tangan Astrid, Pardi memuji Astrid.
PARDI
ASTRID
PARDI
Astrid hanya menunduk.
PARDI (CONT'D)
Asti tertawa kecil layaknya ibu-ibu.
ASTI
Asti tertawa diikuti oleh Pardi yang juga ikut tertawa. Astrid tetap menunduk.
Tiba-tiba Asti memanggil Astrid,
ASTI (CON'T)
Trid! Trid! Astrid!
Astrid melongok ke arah ibunya.
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTRID (CONT’D)
((melihat ke arah Pardi) )
PARDI
Astrid berlalu pergi, kamera menshot Astrid secara medium long shot, wajah Asti dan Pardi terlihat serius memperhatikan Astrid, mereka mulai mengobrol, wajah Asti terlihat sedih dan lesu, Pardi menepuk-nepuk pundak Asti.