Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. RUMAH SAKIT - RUANG TUNGGU UGD. - MALAM
Asti duduk terdiam, disampingnya Astrid duduk menyandarkan kepala ke pundak Asti, duduk Haikal (42), Komandan, di sebelah Astrid, Haikal tersebut mengajak Asti mengobrol.
HAIKAL
ASTI
(menunduk)
HAIKAL
kamera men-syut seluruh ruang, terlihat Nurdin menunggu lift yang terbuka.
ASTI (O.S)
HAIKAL (O.S)
Asti tersentak, ia menunduk, dilihatnya bayangan dirinya di lantai keramik, lalu bayangan Asti di keramik perlahan-lahan gelap seirama dengan Asti yang menutup mata dan terisak.
CUT TO:
EXT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - HALAMAN DEPAN - MALAM
Dua orang polisi, Budi (34) dan Rohmat (37) berpenampilan tegap dan berambut cepak serta memakai seragam lengkap duduk di kursi depan, di meja ada dua cangkir kopi dan dua bungkus rokok. Budi yang duduk di sebelah kanan mengambil secangkir kopi dan meminumnya.
Terdengar suara Satriyo dan Asti dari dalam rumah,
SATRIYO (O.S)
ASTI (O.S)
INT. RUANG BELAKANG - MALAM
ASTI (CONT’D)
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
(memelankan suara)
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
(memelankan suara)
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
(memelankan suara)
SATRIYO
(memelankan suara)
ASTI
(memelankan suara)
SATRIYO
(memelankan suara)
Raut wajah Asti Cemas.
ASTI
(memelankan suara)
Asti memperhatikan Astrid yang tertidur, tubuh Astrid meringkuk memeluk guling, wajah Astrid kelelahan.
SATRIYO (O.S)
Asti menengok dan membalas,
ASTI
Satriyo mulai berjalan, Asti tetap memperhatikan Astrid. Satriyo membuka pintu belakang dengan cara diangkat, kemudian pintunya digeser dan diletakkan di samping dekat grendel. Sambil melongok Satriyo memanggil Asti.
SATRIYO
Asti memperhatikan Astrid. Sambil memperhatikan ia berkata,
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
Satriyo membentak Asti.
SATRIYO
Raut Asti sedih, sambil menunduk ia berbalik dan berjalan ke arah pintu, Satriyo berjalan, Asti mengikuti Satriyo.
Shot fokus ke pintu, suara langkah kaki dan beberapa detik kemudian suara Satriyo dan Asti berwudlu terdengar jelas.
INT. KAMAR DODI - DINI HARI
Dodi terlelap, ia tidur menyamping di pinggir ranjang, tiba-tiba handphone di depannya bergetar dan menyala.
Di handphone terlihat Nurdin mengirim pesan.
Kamera syut diantara Dodi yang tertidur dengan suara handphone yang bergetar dan menyala.
CUT TO:
EXT. ALUN-ALUN KOTA - SIANG
Sebuah angkot berhenti, Asti dan Astrid turun, Asti dan Astrid menenteng beberapa kantong plastik, seorang penumpang membantu menurunkan satu kantong plastik yang paling besar, Asti menerimanya.
ASTI
Asti menaruh semua barang di trotoar kemudian memberi dua kepada Astrid, ia pun mengangkat dua lainnya.
ASTI (CONT’D)
ASTRID
Mereka berdua berjalan.
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
Asti melongok ke koran dinding di sampingnya.
ASTI (CONT’D)
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
Asti mendekati mading, ia menelusuri berita tentang undian mingguan dengan telunjuknya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah artikel. Artikelnya,
Seorang Komandan Polisi Ditembak Mati Setelah Dua Anak Buahnya Dibegal, Empat Pelaku Tewas Ditempat, Satu Buron.
ASTI (CONT'D)
ASTRID
Asti menjawab dengan tawa cemas.
ASTI
ASTRID
(tersenyum lega)
INT. RUMAH NURDIN - HALAMAN BELAKANG. - SIANG
Nurdin menjemur pakaian, terlihat sprei besar berwarna putih, beberapa baju anak-anak kecil, kaos kaki, seragam SD anak perempuan tergantung di tiang jemuran. Nurdin menjemur sambil bertelepon.
NURDIN
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SIANG
Asti dan Satriyo duduk berdekatan, mereka berbicara pelan berbisik.
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Suasana hening, dan beberapa detik kemudian Asti berkata,
ASTI
SATRIYO
INT. KANTOR POLISI - MARKAS INVESTIGASI BAGIAN EKSPLOITASI WANITA DAN ANAK - POLDA METRO JAYA - SIANG
Supriyadi rapat dengan anak-anak buahnya, Supriyadi duduk di depan menghadap ke arah beberapa anak buahnya.
POLISI ANAK BUAH SUPRIYADI
POLISI ANAK BUAH SUPRIYADI LAINNYA
SUPRIYADI
Seluruh polisi berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan, Supriyadi menekan beberapa nomor.
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - SIANG
Satriyo dan Supriyadi sedang bertelepon, Satriyo mendengarkan suara Supriyadi di telepon.
SUPRIYADI (O.S)
Telepon ditutup oleh Supriyadi.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - MALAM
Asti duduk, ia memperhatikan ke dalam kamar tidur, sesekali ia memperhatikan stopwatch yang ada di tangannya. Satriyo berdiri di depan pintu belakang sambil merokok.
Enam puluh lima detik kemudian terdengar erangan dari Astrid, Asti berjalan memasuki kamar dan berkata,
ASTI (O.S)
ASTRID (O.S)
ASTI (O.S)
ASTRID (O.S)
ASTI (O.S)
ASTRID (O.S)
ASTI (O.S)
ASTRID (O.S)
Satriyo yang sejak tadi disyut terkejut.
INT. KAMAR TIDUR - MALAM
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Asti mengangguk.
INT. KAMAR DODI - MALAM
Dodi memainkan handphonenya, syut ke hape, dicarinya nama Sinyo di WA, ia mengetik sesuatu.
Yang diketiknya adalah,
Ko neng endi?
Dodi kembali mengetik,
Ket sore langka kabar. Piwe sih?
Dodi mengetik lagi,
Wis nemoni bu Mita, mbok?
Dodi menunggu. Ia mengambil secangkir kopi kemudian menyeruputnya. Dodi menunggu sambil melihat hape, tiba-tiba terdengar suara dari luar
TUKANG PAKET (O.S)
EXT. JALAN DEKAT PERSAWAHAN MENUJU KAMPUNG - PAGI
Dodi berdiri melamun memperhatikan ke arah para petani yang sedang membajak sawah, seekor sapi yang sedang diarahkan untuk membajak sawah oleh seorang petani diperhatikan oleh Dodi.
Asti lewat sambil menenteng barang belanjaan, ia memperhatikan Dodi, kemudian berkata,
ASTI
Dodi terdiam sesaat kemudian dia melongok dan melihat Asti sudah berjalan beberapa meter. Dodi mengejar kemudian menepuk pundak Asti, Asti melongok. Asti terkejut.
ASTI (CONT'D)
DODI
ASTI
DODI
ASTI
DODI
ASTI
Dodi terhenyak.
Asti terus berjalan, ia mempercepat langkahnya.
Dodi pause.
CUT TO FLASH BACK:
EXT. JALAN DEKAT PERSAWAHAN MENUJU KAMPUNG - SEBUAH GUBUG - DINI HARI
Sinyo merokok dan berdiri, angin di persawahan berhembus dengan kencang. Dodi melamun sambil tidur-tiduran di dalam sebuah gubug, sesekali ia memperhatikan Sinyo. Sinyo berbalik, ia menuju gubug, Dodi yang tidur-tiduran bangun dan mempersilakan Sinyo untuk duduk disampingnya.
DODI
(sambil tertawa)
DODI (CONT’D)
SINYO
DODI
SINYO
DODI
Dodi menepuk-nepuk pundak Sinyo. Sinyo menangis.
DODI (CONT’D)
FLASH BACK CUT TO:
EXT. JALAN DEKAT PERSAWAHAN MENUJU KAMPUNG - PAGI
Wajah Dodi masam, ia lalu memperhatikan Asti yang makin menjauh. Dodi berjalan sambil menunduk.
INT. RUMAH/WARUNG KELONTONG BU MARYAN - PAGI
Dodi berjalan masuk ke dalam ruang warung, ia membuka lemari bagian paling bawah dan mengambil racun tikus dengan merek Mao Wang. Dodi memasukkan racun tikus tersebut ke dalam kaus dalamnya kemudian berjalan.
Kamera mensyut Dodi yang berjalan ke ruang belakang, kamera tetap mensyut meski Dodi sudah tidak terlihat, kamera tetap mensyut, Dodi kembali dengan membawa segelas air putih dan sebuah sendok, kamera bergerak mengikuti Dodi yang masuk ke kamarnya.
INT. KAMAR DODI - PAGI
Dodi memasukkan racun tikus ke dalam gelas yang sudah berisi air kemudian mengaduknya dengan sendok. Dodi mengambil gelas kemudian melangkah dan duduk di ranjang, ia memegang gelas dengan pandangan kosong.
Terdengar suara Maryam memanggil-manggil Dodi,
MARYAM (O.S)
Dodi diam dengan pandangan kosong. Wajahnya masam.