Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - MALAM
Astrid sedang mengerjakan pekerjaan rumah, wajah dan tangannya diterangi cahaya lampu patromak, pintu dibiarkan terbuka.
Terdengar dari dalam Asti membaca surah Ali Imran. Satriyo yang berdiri di halaman depan menghisap rokok dan menghembuskannya, Satriyo kemudian membuang rokok ke lantai dan menginjaknya sampai apinya mati.
ASTRID
EXT. HALAMAN DEPAN - MALAM
Satriyo melihat ke arah bawah, dilihatnya rokok yang masih panjang. Ia mengambilnya kembali, memperhatikan rokok, kamera menshot jari jemari Satriyo yang memegang rokok kemudian memperluas pandangan sampai dititik Astrid dishot sedang memperhatikan ayahnya, Shot tersebut diambil dari balik jendela dengan korden putih renda-renda.
ASTRID
Dengan shot yang sama, Satriyo, pergi berlalu. Astrid tertegun, keheranan nampak di wajahnya.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KAMAR - DINI HARI
Satriyo tertidur pulas dengan posisi merebah, ia tidur di bawah dengan hanya beralaskan seprei tipis, selimut yang dilipat-lipat dijadikan bantal. Di ranjang Astrid tidur menghadap samping sambil memeluk guling. Terdengar suara mengalir, suara orang berwudhu, Satriyo dan Astrid terlelap pulas.
Terdengar pintu ditutup dan dikunci, Asti muncul dari arah ruang belakang dengan wajah, tangan dan kaki basah, ia mengelap tubuhnya yang basah dengan handuk, setelah berhanduk, ia berjalan, menggantungkan anduk di pintu.
Asti mendekati Satriyo, menggoyang-goyangkan tubuh Satriyo dan memanggil-manggil dengan suara perlahan.
ASTI
Dalam keadaan mengantuk berat, Satriyo menggumam,
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
Satriyo tidak merespon, ia tidur kembali.
Asti terdiam dengan ekspresi sedih, ia melangkah beberapa langkah dan mengambil sajadah. Asti menggelar sajadah, mengambil mukena dan memakainya, ia berdiri di atas sajadah, melafalkan niat shalat shalat, takbiratul ihram.
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - PAGI
Astrid menyisir rambutnya dengan tangan kanan, tangan kirinya memegang cermin genggam berukuran sedang, Satriyo yang duduk di kursi memperhatikan dengan serius Astrid yang ada tepat beberapa langkah di depannya.
SATRIYO
ASTRID
Nggih, pak?
SATRIYO
Satriyo terdiam.
ASTRID
SATRIYO
Sekilas espresi Astrid terkejut, tapi kemudian ia tersenyum dan berkata,
ASTRID
Satriyo terhentak, ia sujud di kaki Astrid, berdiri, kemudian memeluknya dan menangis.
ASTRID
Astrid melangkah, mengambil tas yang tergeletak di kursi.
ASTRID (CONT'D)
Astrid melangkah, Satriyo masih terisak, Astrid berbalik menuju Satriyo.
ASTRID (CONT'D)
Astrid mencium tangan Satriyo, kemudian melangkah pergi, Satriyo tetap terdiam dengan terisak, ia melihat Astrid melangkah pergi, Satriyo memperhatikan Astrid yang pergi dengan mata merah, berair, dan nanar, dilihatnya dari jendela Astrid yang menunduk murung.
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KAMAR & RUANG BELAKANG - SIANG
Satriyo sedang berbaring di kursi lesehan, ia melihat ke langit-langit tembok, tangannya seperti ingin meraih sesuatu, di meja kecil di sampingnya, tangannya terus mencari, ia bangun, dilihatnya meja kecil, disana tidak ada apa-apa.
SATRIYO
Asti tidak menjawab, adegan senyap selama beberapa detik, Satriyo kembali berteriak
SATRIYO (CONT'D)
Tetap tidak ada jawaban, suasana kembali hening. Beberapa saat kemudian Satriyo kembali membaringkan tubuhnya, ia melihat ke arah Astrid biasa tidur, dilihatnya guling, Satriyo berdiri, berjalan kemudian mengambil guling, Satriyo berjalan balik ke tempatnya berbaring kemudian merebahkan tubuhnya dan memeluk guling tersebut, ia memejamkan mata selama beberapa detik, kemudian membuka matanya kembali.
Asti muncul dan melongok.
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRITO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Asti merebut guling yang ada di tangan Satriyo kemudian melemparnya dan mengenai bilik bambu kamar.
ASTI
Luapan emosi yang besar nampak dari wajah Asti.
ASTI (CONT’D)
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
Satriyo hanya terdiam, ia melangkah mendekati bantal guling yang tergeletak, kemudian mengambilnya dan menepuk-nepuknya.
ASTI (CONT'D)
Satriyo melangkah, ia melewati Asti tanpa berkata sepatah katapun, Asti yang kesal duduk di kursi lesehan, ia beristighfar.
SFX: Bantal ditepuk-tepuk.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG DEPAN - SORE
Astrid duduk menghadap Satriyo dan Asti, Asti menangis sesenggukan, Satriyo berbicara terpatah-patah.
SATRIYO
ASTRID
SATRIYO
ASTRID
ASTRID (CONT’D)
ASTI
SATRIYO
ASTRID
Satriyo dan Asti melangkah menuju ruang belakang, Astrid berdiri melangkah ke arah rak buku yang ada di depannya, mencari-cari LKS dan buku serta buku catatan Geografi, ia menemukannya dan melangkah kembali ke kursi yang tadi ia duduk kemudian menaruh buku, buku catatan dan LKS geografi di meja.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - KAMAR - DINI HARI
Satriyo, Asti dan Astrid sedang sholat tahajud berjamaah, Astrid dan Asti mencium tangan Satriyo. kemudian Satriyo dan Asti berdzikir, Tiba-tiba Astrid berkata:
ASTRID
Astrid melanjutkan,
ASTRID (CONT’D)
Satriyo dan Asti terus berdzikir, Astrid mulai berdzikir.
CUT TO:
EXT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - HALAMAN DEPAN - PAGI
Satriyo menggambil gelas kemudian menyeruput kopi, lalu masuk ke dalam,
INT. RUANG DEPAN - PAGI
Sambil masuk ke dalam ia bertanya dengan suara keras.
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
ASTI (CONT’D)
Dengan murung Asti mengomel,
ASTI (CONT'D)
Satriyo masuk ke dalam tanpa berkata sepatah katapun.
ANGLE ON: ASTI MEMPERHATIKAN SATRIYO YANG MENGAMBIL KURSI KEMUDIAN MELETAKAN KURSI DI SAMPING PINTU DAN DUDUK BERSANDAR PADA BILIK BAMBU. DARI SUDUT DALAM, DI DALAM KAMAR TERLIHAT ASTRID, DUDUK MEMPERHATIKAN AYAHNYA DAN IBUNYA DENGAN RAUT SEDIH.
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, Pardi mengucapkan salam.
PARDI (O.S)
Asti menggerutu.
ASTI
Asti melangkah
ASTI (CONT’D)
Asti tepat berhenti melangkah beberapa meter dari Pardi berdiri, Asti tersenyum ramah, ia mempersilakan Pardi untuk masuk.
ASTI
PARDI
(memelankan suaranya)
ASTI
Pardi tertegun sesaat kemudian melangkah ke dalam, ia tersenyum namun agak dipaksakan.
PARDI
Pardi duduk, Asti mengucap permisi untuk membuat kopi. Pardi mempersilakan. Tanpa sengaja Pardi melihat secara POV Asti yang sedang memberi tahu kedatangan Pardi pada Satriyo, Pardi memperhatikan rait wajah mereka, Satriyo dan Asti berbicara pelan sekali. Pardi melihat Satriyo berdiri dan melangkah ke arahnya, Pardi refleks melihat ke arah lain. Satriyo menyambut Pardi.
SATRIYO
(duduk)
PARDI
SATRIYO
indhak-indhakan kelas. Mboten nyamleng, pas ujian wonten film porno ingkang ameng Astrid.
PARDI
ANGLE ON: TANPA SENGAJA PARDI MELIHAT ASTRID YANG BERDIRI DI DEPAN PINTU KAMAR, ASTRID TAMPAK KUMAL, IA MENGUCEK-UCEK MATANYA KEMUDIAN MELANGKAH PERGI KE BELAKANG. SAAT SAMPAI DI DEPAN PINTU, DIAMBILNYA HANDUK YANG TERGANTUNG. PARDI MEMPERHATIKAN HAL TERSEBUT DENGAN MIMIK TRENYUH.
PARDI
SATRIYO
PARDI
INT. RUANG BELAKANG - PAGI
Astrid mengucek-ngucek matanya, ia berdiri di pintu. Terdengar suara obrolan Satriyo dan Pardi.
PARDI (O.S)
SATRIYO (O.S)
PARDI (O.S)
Pardi pause sejenak lalu melanjutkan. Ada reaksi beban moral dari wajahnya.
PARDI (CONT’D) (O.S)
SATRIYO (O.S)
PARDI (O.S)
SATRIYO (O.S)
PARDI (O.S)
SATRIYO (O.S)
PARDI (O.S)
Setelah menarik nafas panjang Pardi melanjutkan,
PARDI (CONT’D) (O.S)
Astrid menunduk, ia sandarkan tangan dan kepalanya ke dinding rotan, Astrid tidak terisak, badannya gemetar.
PARDI (O.S)
SATRIYO
INT. KAMAR DODI - PAGI
Dodi melihat ke handphonenya, Dia menatap handphonenya beberapa saat, wajah Dodi pucat, di handphone Dodi terlihat beberapa nama yaitu:
Ayu Tania Ningrum.
Putri Widyasari.
Sintia Astrid Permata Putri.
Nindi Mikhayla Adams.
Bella Nanda Pratiwi.
Terlihat di SMS yang mengirim adalah Sinyo pada pukul 02.00 dini hari.
Dodi menghapus SMS, ia duduk, menghela nafas, mengambil cangkir berisi kopi dingin di atas meja di samping ranjang.
MARYAN (O.S)
Dodi yang memegang cangkir kopi tangannya gemetar, pandangannya kosong.
INT. KANTOR POLISI - MARKAS INVESTIGASI BAGIAN EKSPLOITASI WANITA DAN ANAK - POLDA METRO JAYA - SIANG
Beberapa polisi dan polwan juga Sinyo dengan serius membaca transkrip,. Di transkrip terdapat nama Sunyoto, Dodi dan satu orang yang diberi nama tanda tanya.
POLISI 01
POLISI 02
POLISI 01
POLISI 01 (CONT’D)
POLISI 03
POLISI 02
Supriyadi (48) kompol, buncit, berkumis lebat dan tinggi berpikir sejenak, setelah satu menit terdiam ia berkata,
SUPRIYADI
Supriyadi pause sesaat.
SUPRIYADI (CONT’D)
Lalu Supriyadi menunjuk Sinyo.
SUPRIYADI (CONT’D)
Sinyo bereaksi dan mengangguk.
SUPRIYADI (CONT’D) (cont’d)
SINYO
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SORE
Asti muncul dan mengucap salam, namun Astrid tidak menjawab, Astrid hanya serius memperhatikan soal dari LKS Fisika yang ia baca.
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
Asti terdiam, tangannya bergetar ingin menampar, namun ia urungkan. Ia berjalan beberapa langkah, meletakan tas kresek berisi belanjaan di meja, yaitu sebuah terong, sebuah timun dan beberapa buah pisang.
ASTI
Astrid tidak bergeming, ia tetap mengerjakan tugas Fisikanya.
CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - MALAM
Satriyo duduk di kursi sambil bertopang dagu di meja, ia melirik ke arah jam, di dinding terlihat jelas waktu menunjukan pukul 22.30
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
(mengambil handphone dari sakunya)
Satriyo mengecek SMS nya.
SATRIYO (CONT’D)
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
(menunjukan ke Asti)
ASTI
Asti melihat ke handphone Satriyo
ASTI (CONT’D)
Satriyo berdiri, ia mengambil charger dan berjalan beberapa langkah kemudian menyolokan charger ke handphone, Satriyo berdiri sambil memperhatikan gerak laju batterai handphone-nya.
SATRIYO
Asti tak menggubris, ia berjalan masuk ke kamar dan rebahan.
SATRIYO (CONT'D)
Suasana hening, hanya terlihat rambut dan kaki serta badan bagian bawah samping Asti yang rebahan yang terlihat. Asti tidak menjawab.
Satriyo menghela nafas dan sedikit tersenyum kecut.
SATRIYO
SFX: Motor di parkir di depan halaman rumah.
Asti sedikit menggerakan tubuh, tetapi kemudian diam.
Satriyo bergegas pergi, Asti tetap terdiam, terdengar suara Satriyo berterima kasih pada Dedi, Asti tetap terdiam, Asti sedikit meninggikan posisi bantal.
kamera diam dimana posisi shot Asti dan memperluasnya sampai Establishing shot dari sudut rumah yang sempit, Astrid melangkah, langkahnya sampai ke kamar, wajahnya ceriadan penuh semangat, sambil menenteng dua bungkus martabaktelur, seketika wajahnya berubah kikuk ketika ia melihat ibunya. Astrid keluar dari kamar. Satriyo memperhatikan anak dan istrinya, kemudian membantu Astrid untuk meletakkan martabak di meja. Sambil meletakkan martabak dimeja Satriyo berkata sambil berpura-pura bercanda.
Shot fokus ke Satriyo.
SATRIYO
Kembali Establishing shot dari sudut sempit rumah, suasana hening dan Astrid sudah tidak ada di tempat.
SATRITYO
Suara Astrid dari depan terdengar
ASTRID (O.S)
INT. KAMAR DODI - DINI HARI
Dodi sedang mengetik sms ke seseorang. Setelah menekan tombol send Dodi gundah, gerak tubuhnya seperti mencemaskan sesuatu. Dodi menekan beberapa tombol di handphonenya, menekan tombol yes kemudian meletakkan handphonenya di telinga. Beberapa saat ia menunggu panggilan masuk.
Terdengar Sinyo di ujung telepon.
SINYO (O.S)
DODI
SINYO (O.S)
DODI
SINYO (O.S)