Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. KANTOR POLISI - MARKAS INVESTIGASI BAGIAN EKSPLOITASI WANITA DAN ANAK - POLDA METRO JAYA - SIANG
Supriyadi sibuk mengecek data-data dari berkas-berkas yang tersusun rapi di sebuah rak biru kecil.
Suara pintu diketok, Sinyo masuk, memberi hormat sekaligus menyapa.
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
(duduk)
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SINYO
SUPRIYADI
SUPRIYADI (CONT’D)
SINYO
Sinyo berdiri dan memberi hormat.
SINYO (CONT’D)
Supriyadi berdiri dan memberi hormat.
SUPRIYADI
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SIANG
Satriyo yang berpakaian batik usang dengan wajah kusam melangkah, ia melongok ke kamar, dan terkejut, terdengar pula suara terkejut dari Asti.
SATRIYO
Asti keluar dari kamar, memegang terong panjang yang basah penuh cairan merah darah, Asti balik memarahi Satriyo.
ASTI
SATRIYO
ASTI
Terlihat Satriyo seperti orang panik. Asti melanjutkan kata-katanya,
ASTI (CONT’D)
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
(melengos)
Asti melotot.
ASTI
SATRITYO
ASTI
SATRIYO
Satriyo menarik tangan Asti
SATRIYO (CONT’D)
Ayo, parani Nyoto.
Tiba-tiba terdengar suara Astrid dari dalam kamar.
ASTRID (O.S)
Satriyo memelototi Astrid.
ASTRID (CONT’D) (O.S)
Satriyo diam tidak bergerak, dia shock, Asti terkejut. Tiba-tiba terdengar suara salam dari luar.
ORANG DI LUAR (O.S)
Satriyo langsung beranjak pergi.
SATRIYO (O.S)
SATRIYO (O.S)
ORANG DI LUAR (O.S)
SATRIYO (O.S)
ORANG DI LUAR (O.S)
Bersamaan dengan dialog Satriyo dan tamu dadakan, kita melihat Asti yang berada di depan pintu kamar memarahi Astrid, suara Asti dipelankan. Astrid yang bugil menyelimuti dirinya dengan kain yang sudah bolong-bolong, sehingga sedikit betis kaki kirinya terlihat.
ASTI
Astrid yang masih berselimut merebahkan dirinya ke samping dan memejamkan mata untuk tidur, sambil memejamkan mata Astrid berkata,
ASTRID
ASTI
(menghampiri astrid)
Astrid tidak bergerak, ia tertidur, Asti menggoyang-goyangkan tubuh Astrid, Astrid tidak bergerak dan makin pulas.
EXT. JALANAN DEKAT WARUNG TENDA - MALAM
Terdengar suara bapak-bapak juga om-om dan gadis-gadis remaja tanggung tertawa beriringan dengan suara musik dangdut koplo. Suara makin jelas dan jelas ketika,
EXT. DALAM WARUNG TENDA - MALAM
Beberapa om-om dan bapak-bapak paruh baya sedang memangku gadis-gadis remaja tanggung, diantara mereka terlihat Astrid dipangku oleh bapak-bapak paruh baya, Astrid mabuk,tangan bapak-bapak tersebut meraba-raba paha Astrid.
EXT. DALAM WARUNG TENDA -MALAM
ASTRID
Sisan bae lah, pak Djalal. Garap neng buri bae.
DJALAL
Pak Djalal mengeluarkan kondom dari saku kemudian mulai membukanya, tiba Astird merebutnya, mengambil gunting yang ada di meja di dekatnya dan menusuk-nusuk kondom hingga bolong.
ASTRID
TEMAN PAK DJALAL 1
PEMILIK WARUNG TENDA
DJALAL
TEMAN PAK DJALAL 2
Astrid turun dari pangkuan Djalal, menggandeng tangan Astrid dan menuntunnya. Empat bapak-bapak dan om-om paruh baya berjalan menuju belakang tenda.
EXT. BELAKANG TENDA - MALAM
TEMAN PAK DJALAL 2
ASTRID
DJALAL
Bapak-bapak lainnya ikut tertawa, terdengar suara manja nakal dari Astrid.
DISSOLVE TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SIANG
Asti sedang memasang oseng kangkung, Astrid duduk di kursi rotan, Asti melihat keluar, dilihatnya bantal dan kasur yang sedang dijemur, Asti mengecilkan api kompor, berjalan beberapa langkah dan menggambil penggebuk kasur yang tergantung di samping pintu belakang dan melangkah keluar.
Adegan Asti terlihat dari sudut pandang Astrid.
Angle On: Asti mulai menggebuk kasur dari sudut pandang Astrid, Asti memunggungi Astrid.
Secepat kilat Astrid berdiri kemudian berlari, ia masuk kamar.
INT. KAMAR TIDUR - SIANG
Astrid merogoh-rogoh lemari bagian barat, ia merogohnya dalam-dalam, beberapa saat kemudian ia menarik tangannya dan di tangannya sudah ada sebuah celengan dari plastik bertuliskan Astrid.
Astrid buru-buru mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan dan puluhan ribu kemudian memasukkan semuanya ke dalam celengan dengan cepat dan terburu-buru
SFX: SUARA ASTI MENGGEBUK KASUR
Asti memanggil Astrid.
ASTI
Astrid dengan terburu-buru memasukan satu lembar uang seratus ribu dan menaruh kembali celengan ke lemari di sebelah bagian barat, tidak lupa ia merapikan dan menata kecil kembali pakaian.
ASTI
ASTRID
ASTI
CUT BACK TO:
INT. RUMAH KELUARGA SATRIYO - RUANG BELAKANG - SIANG
Astrid berjalan keluar kamar sambil berpura-pura mencari sesuatu.
ASTRID
ASTI
ASTRID
ASTI
ASTRID
Asti memukul kasur dengan sangat keras beberapa kali sampai gebukan kasurnya terpelanting.
ASTI
Astrid bergeming, ia melihat ke arah lain. Wajahnya tidak terlihat.
Tiba-tiba terdengar suara Satriyo memanggil Asti dan Astrid
SATRIYO
Astrid melangkah, ia berpapasan dengan Satriyo kemudian masuk ke ruang tamu bersamaan dengan jawaban Asti.
ASTI (O.S)
SATRIYO
INT. RUANG TENGAH RUMAH - SIANG
Astrid mengambil buku LKS Bahasa Indonesia, membuka lembar demi lembar dengan perlahan kemudian berbalik mengambil pulpen yang ada di rak. Ia memukul-mukulkan bagian belakang pulpen ke buku LKS.
Satriyo melongok ke arah Astrid dan bertanya,
SATRIYO
Sambil terus memukulkan bagian belakang pulpen, dengan santai Astrid menjawab,
ASTRID
SATRIYO
Astrid berhenti memukul-mukulkan pulpen ke buku LKS.
Satriyo melangkah, menggeser kursi kemudian duduk, ia memanggil Asti.
SATRIYO (CONT'D)
ASTI (O.S)
SATRIYO
Asti melangkah mendatangi Satriyo dan Astrid.
ASTI
Asti duduk.
ASTI (CONT’D)
Satriyo mendekatkan kursi sedikit ke arah meja.
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
Asti beranjak dari meja dan sujud syukur.
ASTI
SATRIYO
Asti bangkit dari sujudnya.
ASTI
SATRIYO
SATRIYO (CONT’D)
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
SATRIYO
ASTI
(membuang muka)
Terdengar nada sarkasme dari Asti.
ASTI (CONT’D)
Tiba-tiba Astrid berteriak keras dan lari menuju kamar.
INT. KAMAR TIDUR - SIANG
Astrid melompat ke kasur, sambil tengkurap ia menangis. Samar-samar terdengar suara Satriyo dan Asti, menanyakan apa yang terjadi.
ASTI (O.S)
SATRIYO (O.S)
Astrid terdiam, ia masih menangis. Satriyo dan Asti masuk kamar, Asti duduk di samping Astrid, membelai rambutnya dan mengelus-ngelus pundak Astrid.
ASTRID
Asti meminta persetujuan pada Satriyo.
ASTI
SATRIYO
Satriyo melangkah pergi.
INT. RUANG TENGAH RUMAH - SIANG
Satriyo berjalan, ia menggaruk rambutnya yang gatal, ia berhenti sejenak, dilihatnya sehelai uban, Satriyo membuang uban tersebut dan kembali berjalan.
EXT. HALAMAN DEPAN - SIANG
Satriyo berhenti tepat di samping kursi halaman depan, ia bengong, dilihatnya ke arah meja, sebuah cangkir berisi kopi dingin tergeletak disitu, ia duduk dan mengambil cangkir tersebut kemudian meminumnya sampai habis, Satriyo bersendawa dan meletakkan kembali cangkirnya di meja, beberapa saat kemudian Satriyo menerawang ke depan dengan pandangan kosong.
Fokus kamera ke arah Satriyo selama 45 detik, di detik ke 46 Satriyo tersentak bersamaan dengan suara,
ASTI (O.S)
Beberapa saat kemudian Satriyo menunduk.
INT. KAMAR TIDUR - SIANG
Asti mengusap-usap kepala Astrid yang menangis di pangkuannya.
ASTI
Asti menggangguk di pangkuan Asti sambil menangis.
CUT TO:
INT. TOKO OBAT KUAT DAN KEPERKASAAN PRIA - SIANG
Satriyo memasuki toko, seorang satpam mempersilakan, Satriyo berbisik pada satpam, satpam menggangguk.
SATPAM
Satriyo melangkah mendekati bapak yang berbaju orange, Saat Satriyo sudah sangat dekat ia menyapa bapak-bapak berbaju orange sambil menyerahkan uang.
SATRIYO
(menundukkan kepala)
Pria berbaju orange mengangguk, mengambil uang yang diserahkan Satriyo kemudian melangkah pergi, ia masuk ke ruang belakang toko, sambil masuk ia berkata,
PRIA BERBAJU ORANGE
Satriyo masuk ke dalam.
INT. SEBUAH RUANGAN DI TOKO OBAT KUAT DAN KEPERKASAAN PRIA - SIANG
Satriyo yang baru masuk ditahan tubuhnya oleh pria berbaju merah, sambil menahan tubuh Satriyo pria tersebut berkata,
PRIA BERBAJU ORANGE
INT. TOKO OBAT KUAT DAN KEPERKASAAN PRIA - SIANG
Nurdin (21), bertubuh kurus dengan rambut lurus serta tampan juga putih bersih memperhatikan ke arah dalam, ia mengatakan sesuatu pada karyawan toko kemudian melangkah pergi ke luar toko.
EXT. LUAR TOKO OBAT KUAT DAN KEPERKASAAN PRIA - SIANG
Nurdin mengetik pesan kemudian melangkah pergi.