Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
160. INT. KONTRAKAN - MALAM
Edgar berpura-pura asyik menonton tv. Nigel masuk mendekati Edgar karena dorongan Dans. Nigel mengulurkan kantong plastik ke Edgar.
NIGEL
Ayah...
Edgar menoleh dan berpura-pura terkejut. Dia mengambil kantong plastik itu.
EDGAR
Apa ini?
NIGEL
Bakso. Bang Dans yang beliin.
Edgar terlihat terkejut dan mengintip kantong plastik. Dans menoleh pada Nigel dengan mata yang melotot.
EDGAR
Yaampun, Dans. Kenapa repot-repot beliin Ayah bakso? Uang saku kamu jadi berkurang, dong.
Dans menoleh pada Edgar dengan senyum kakunya. Sementara itu kaki Dans menyenggol-nyenggol kaki Nigel.
DANS
Enggak seberapa, kok, yah.
Nigel melihat kakinya yang terus disenggol oleh Dans. Lalu Nigel sedikit menjauhkan tubuhnya.
NIGEL
Tapi, yah.
Edgar sontak menoleh pada Nigel. Dans juga ikut menoleh dan melototkan matanya. Nigel yang melihat itu hanya tersenyum.
NIGEL (CONT'D)
Kata Bang Dans sebagai gantinya, Ayah harus datang ke pertandingan final 2 minggu lagi.
Wajah Dans terlihat kesal dengan tangannya yang mengepal. Edgar kembali menoleh pada Dans dan memegang lengan Dans. Tubuh Dans seketika membeku. Nigel yang melihat itu menahan tawa bahagia.
EDGAR
Kamu masuk final Dans? Kenapa enggak bilang Ayah?
Dans terkekeh.
DANS
Ayah pasti sibuk kerja. Dulu juga gitu.
Edgar menggelengkan kepala dengan cepat.
EDGAR
Enggak. Kali ini Ayah janji bakal datang ke pertandingan final nanti.
Dans mengangguk. Dia menarik tangan Nigel.
DANS
Dans sama Nigel mau istirahat dulu, yah.
Edgar mengangguk. Dans langsung menarik tangan Nigel dengan keras masuk ke dalam kamar.
161. INT. KONTRAKAN - KAMAR DANS dan NIGEL - MALAM
Dans menarik Nigel masuk ke kamar lalu menutup pintu dengan keras. Nigel melepas tasnya dan berguling-guling dikasur sambil menertawai Dans.
DANS
Ngeselin lo. (sambil membanting tasnya)
Nigel terkejut dan berhenti tertawa. Dans duduk di pinggir kasur. Nigel bangun dan melihati wajah Dans dari samping.
NIGEL
Gitu aja marah, Bang.
Dans menoleh pelan lalu menyentil kening Nigel.
NIGEL
Aduh.
Nigel refleks menyentuh keningnya dan terlihat kesakitan. Sementara Dans tertawa terbahak-bahak.
DANS
Itu hukuman karena ngelanggar aturan main.
Nigel memasang wajah kesal sambil mengelus-ngelus keningnya. Dia menatap Dans yang tertawa puas disampingnya. Senyum licik tercetak diwajah Nigel. Lalu Nigel mulai menggelitiki perut Dans.
DANS
Nigel!!
Dans terlihat tidak kuat menahan geli. Tangannya terlihat mencoba menghalangi Nigel.
DANS (CONT'T)
Gel, berhenti. Gue enggak kuat (tertawa). Geli anjir.
Nigel tertawa puas dan terus menggelitiki Dans.
162. INT. KONTRAKAN - DEPAN KAMAR DANS dan NIGEL - MALAM
Edgar datang dari dapur membawa mangkok dan sendok. Melewati kamar putranya Edgar mendengar tawa Nigel dan Dans. Edgar pun mendekat ke pintu kamar Dans dan Nigel. Dia tersenyum mendengar kedua putranya bercanda. Edgar mengetuk pintu kamar.
EDGAR
Dans...
CUT TO:
163. INT. KONTRAKAN - KAMAR DANS dan NIGEL - MALAM
Nigel berhenti menggelitiki Dans. Dans bangun dan duduk di pinggir kasur.
DANS
Iya, yah?
INTERCUT WITH EDGAR:
EDGAR
Cuma mau bilang, makasih baksonya.
DANS
Iya, yah.
EDGAR
Yasudah kalau gitu. Lanjutin bercandanya.
Nigel menarik tangan Dans saat Dans akan berdiri. Dans tertawa sambil memegang tangan Nigel.
DANS
Udah, yah, dek. Berhenti. Gue capek.
Nigel tersenyum sambil menggeleng.
NIGEL
Nigel belum puas. Seru tahu, Bang.
DANS
Iya, tapi...
Nigel kembali menggelitiki Dans hingga Dans tidak bisa bersuara lagi. Dans terlihat pasrah.
CUT BACK TO:
164. INT. KONTRAKAN - RUANG TAMU- MALAM
Edgar pergi ke ruang tamu sambil tersenyum. Dia menuang bakso ke mangkok dan menyantapnya sambil menonton tv. Sesekali Edgar kembali tersenyum mendengar tawa dari Dans dan Nigel.
165. INT. KONTRAKAN - TERAS - SORE
Dans sedang duduk diteras sambil mengikat tali sepatu futsal. Dia menoleh ke dalam kontrakan dan berteriak.
DANS
Nigel!!! Cepetan ganti bajunya!!
Saat Dans berbalik dia terkejut melihat Edgar berdiri di depannya. Edgar terlihat menatap sepatu futsal Dans yang robek.
EDGAR
Mau latihan futsal buat lomba?
Dans mengangguk sambil memegangi dadanya. Lalu dia kembali mengikat tali sepatunya.
EDGAR
Ini alasan kamu pulang malam terus?
Dans mendongakkan kepala pelan. Saat bertatapan dengan Edgar, dia kembali menunduk sambil mengangguk.
EDGAR
Ayah janji bakal datang di pertandingan final kamu nanti.
Dans diam dan terlihat melama-lamakan untuk mengikat satu tali sepatunya. Melihat kaki Edgar yang tak kunjung pergi, Dans kembali mengintip ke dalam kontrakan dan meneriaki Nigel.
DANS
Gue hitung 1 sampai 3. Enggak keluar, gue tinggal.
INSERT WITH NIGEL: Sedang berdiri di depan cermin menimbang vest mana yang akan ia pakai.
DANS
Satu...Dua...
Edgar ikut-ikutan mengintip ke dalam kontrakan. Lalu terlihat Nigel keluar dari kamar.
NIGEL
Tiga.
Dans menghela nafas lega dan menggendong tas disebelahnya. Sementara Nigel terkejut melihat Edgar sudah pulang.
NIGEL
Ayah pulang cepet?
Edgar mengangguk.
EDGAR
Iya. Udah selesai kerjaannya.
Dans berdiri dan mencium tangan Edgar.
DANS
Berangkat dulu, yah.
Nigel juga ikut mencium tangan Edgar. Lalu Dans dan Nigel berjalan membuka pagar.
EDGAR
Hati-hati. Makan malam di rumah aja. Ayah masak menu baru hari ini. (Sambil menunjuk kantong belanjaan dari pasar)
Dans dan Nigel yang sudah diluar pagar tersenyum dan mengangguk. Lalu keduanya berjalan pergi. Edgar ikut tersenyum, lalu masuk ke dalam kontrakan.
166. EXT. LAPANGAN FUTSAL - MALAM
Dans sedang menggiring bola dan berhasil memasukkannya ke gawang. Nigel tidak jadi memasukkan bakso ke dalam mulutnya dan bersorak menyemangati Dans. Dans dan tim futsalnya kembali bermain futsal. Berkali-kali Dans hampir mencetak gol. Meskipun begitu, Nigel terus menyemangati Dans sambil memakan bakso.
167. EXT. LAPANGAN FUTSAL - MALAM
Dans dan teman-temannya terlihat kelelahan. Toni pun mengisyaratkan mereka untuk berhenti. Mereka pun duduk dipinggir lapangan untuk meluruskan kaki dan beberapa ada yang pesan semangkuk bakso. Dans berlari dan duduk di sebelah Nigel.
DANS
Min... (melihat mangkuk yang tersisa kuah) Pak, Bakso 1!
Nigel menoel Dans yang sedang minum air.
NIGEL
2 dong, Bang.
Dans menoleh dan menggeleng.
DANS
Jangan dikenyangin, Ayah masak di rumah.
NIGEL
Orang lapernya sekarang.
DANS
Bagi dua sama gue.
Nigel mengisyaratkan oke dengan jari.
168. EXT. LAPANGAN FUTSAL - MALAM
Beberapa teman Dans kembali bermain. Sedangkan Dans masih makan bakso bersama Nigel. Lalu Toni bergabung.
TONI
Adik lu?
Dans hanya mengangguk karena masih asyik makan bakso. Nigel tersenyum dan menyapa Toni.
NIGEL
Halo, Bang. Kenalin aku Nigel, adiknya Bang Dans.
TONI
Gue Toni. Temen sekelas Dans, sekaligus ketua ekskul futsal.
NIGEL
Salam kenal, Bang.
Nigel kembali memakan bakso. Toni terlihat bolak-balik melihat Dans dan Nigel.
TONI
Setelah gue amati, kayaknya lebih pinteran adik lo.
Dans menatap Toni sinis. Toni memalingkan wajah ke Nigel.
TONI
Gue bener, kan, Gel?
Nigel mengangguk dan mengacungkan jempolnya karena mulutnya yang masih penuh. Toni memalingkan wajah ke Dans dan dia masih mendapat tatapan sinis dari Dans.
TONI
Keliatan banget, sih.
Setelah itu Toni kabur sambil mencuri gorengan milik Dans. Dans menatap Toni dengan kesal sambil menggenggam tangannya. Nigel yang masih asyik makan bakso menyahut,
NIGEL
Enggak salah emang. 7 kali 8 aja Abang enggak bakal bisa jawab.
DANS
Kata siapa?
NIGEL
Berapa coba?
DANS
64
Nigel mendongakkan wajah dan bertatapan dengan wajah Dans.
NIGEL
Itu, mah, 8 kali 8.
Dans langsung memalingkan muka sambil mengangkat tangannya dan berkata,
DANS
Iya, gue gabung.
Setelah itu Dans kabur dari Nigel dan bergabung dengan teman-temannya. Nigel hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu lanjut menghabiskan sisa bakso Dans.
169. EXT. LAPANGAN FUTSAL - MALAM
Teman-teman Dans pamit pulang. Dans menendang bola pelan ke arah Nigel.
DANS
Gantian gue tantang lo main bola.
Nigel berdiri dan menekan bola dengan kakinya.
NIGEL
Siapa takut.
Pertandingan 1 lawan 1 pun di mulai. Terlihat Dans yang sudah bersiap menjaga gawang. Nigel terlihat bersiap menendang bola. Ternyata tendangan Nigel terlalu lemah sehingga bola hanya menggelinding pelan. Dans terlihat tertawa mengejek Nigel.
DANS
Tendangan apaan itu?
Nigel terlihat cemberut dan menukar posisi mereka. Terlihat Nigel beraksi layaknya seorang kiper handal.
NIGEL
Ayo!! Lewati gue kalau bisa!!
Dans tertawa melihat gaya Nigel. Dia pun memberi isyarat agar Nigel bersiap. Terlihat mata Nigel yang menatap Dans dengan tajam dengan badan yang tidak berhenti bergerak ke kanan dan ke kiri. Dans tertawa kecil dan menendang bola. Sementara Nigel langsung menghindari arah datang bola sambil bergidik ketakutan.
DANS
GOLL!!
Dans melakukan selebrasi. Nigel mematung ketakutan. Dans mendekat dan merangkul Nigel untuk mengajaknya pulang.
DANS
Yuk pulang! Ayah pasti udah nungguin.
Nigel mengangguk lemah. Dia menoleh ke belakang melihat bola yang tadi di tendang Dans.
NIGEL
Itu tadi tendangan apa namanya?
DANS
Tendangan maut. (sambil tersenyum diakhir)
Nigel melototkan mata sambil bergidik ngeri.
NIGEL
Pantesan rasanya kayak mau ketemu ajal.
Dans tertawa kecil, lalu mengusap kepala belakang Dans.
CUT TO:
170. INT. KONTRAKAN - MEJA MAKAN - MALAM
Edgar datang dari dapur dan menaruh semangkuk ayam bumbu balado di meja makan. Pintu kontrakan dibuka, muncul Dans dan Nigel.
EDGAR
Pas banget kalian datang makanannya udah jadi.
Dans dan Nigel berdiri di belakang pintu sambil tersenyum.
EDGAR (CONT'D)
Cuci tangan dulu sana baru makan.
Dans dan Nigel saling menyikut satu sama lain. Lalu Dans berjalan dulu ke kamar mandi dan Nigel mengekori dibelakang. Tidak lama, mereka bertiga sudah duduk di meja makan.
EDGAR
Selamat makan!!
Dans dan Nigel saling memberi senyum. Keduanya ragu untuk mulai makan duluan.
EDGAR (CONT'D)
Ayo dimakan. Ayah mau tahu nilai masakan ayam bumbu balado ini.
Dans dan Nigel pun memakan ayam bumbu balado. Edgar terlihat menunggu komentar dari kedua putranya. Dans yang melihat Edgar terus menatapnya pun memberi komentar,
DANS
Masakan Ayah ada kemajuan.
EDGAR
Enak? (dengan wajah penuh harapan)
Dans mengangguk dan terlihat lahap makan. Begitu juga Nigel yang bahkan sudah menambah lauk. Edgar terlihat bahagia dan mulai bergabung makan.
171. EXT. SEKOLAH BARU DANS - LAPANGAN - SORE
Title: H-7 Pertandingan Final Dans
Suara pelatih terdengar keras. Sesekali dia terlihat marah namun sedetik kemudian bertepuk tangan melihat gol yang dicetak Dans. Para anggota futsal cewek terlihat duduk menonton di pinggir lapangan. Pelatih membunyikan peluit dan semua anggota futsal cowok berkumpul di pinggir lapangan.
PELATIH BARU
Hari ini sampai sini dulu latihannya. Inget!! Pulang istirahat. Besok kita latihan sampai malam.
Para anggota futsal hanya mengangguk. Mereka terlihat kelelahan dan sedang berbagi minuman.
PELATIH BARU
Kalau gitu Abang pulang dulu. Sampai jumpa besok. Jaga kesehatan kalian.
Pelatih berjalan pergi. Lalu disusul para anggota futsal yang berpamitan pulang. Tinggalah Cici dan Dans di pinggir lapangan. Cici bangkit dari duduknya dan mendekati Dans.
CICI
Hari ini lo kerja?
Dans hanya menggumam.
CICI
Kenapa enggak izin aja selama 1 minggu ini? Bang Deon pasti izinin, kok.
DANS
Iya nanti gue bilang.
CICI
Kalau enggak berani bilang, biar gue yang bilang.
DANS
Enggak. Gue yang butuh izinnya.
Cici mengangguk. Mereka diam beberapa menit. Setelah Dans cukup istirahatnya, mereka pun berangkat ke warung mileninal bersama.
172. INT. RUMAH SATRIA - MALAM
Seorang pembantu rumah tangga datang membawa minuman dan makanan. Nigel tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Pembantu rumah tangga itu pun pergi. Terlihat ponsel Nigel menyala.
ADIK SATRIA
Bang Nigel, ada yang telpon, tuh. (sambil mengisyaratkan dengan kepala)
Nigel pun keluar untuk mengangkat telpon.
NIGEL
Iya, Bang?
CUT TO:
173. EXT. GANG KONTRAKAN - POS RONDA - MALAM
Dans duduk di pos ronda.
DANS
Halo?
INTERCUT WITH NIGEL:
NIGEL
Iya, Bang?
DANS
Lo udah di rumah?
NIGEL
Belum. Kenapa?
DANS
Lo lagi di rumah Mahdi?
NIGEL
Enggak. Lagi belajar di rumah temen. Kenapa?
DANS
Gue udah pulang.
NIGEL
Tumben.
DANS
Gue izin libur kerja 1 minggu. Takut kecapekan.
NIGEL
Yaudah, Abang pulang aja. Jam 8 Nigel baru pulang.
DANS
Enggah, ah.
NIGEL
Pulang, Bang. Istirahat. Besok Abang harus latihan sampai malam.
DANS
Gue tunggu di pos ronda.
Dans memutuskan panggilan. Lalu dia menidurkan tubuhnya di pos ronda dengan tas sebagai bantal.
CUT BACK TO:
174. INT. RUMAH SATRIA - MALAM
NIGEL
Abang istirahat aja di rumah...
Sambungan telepon diputus. Nigel menatap ponselnya dan berdecak kesal. Lalu dia kembali ke ruang tamu.
NIGEL
Maaf. Sampai mana tadi?
ADIK SATRIA
Bangun ruang sisi lengkung.
NIGEL
Oke, sebelum itu gue minum ini dulu boleh, kan, yah?
Adik Satria tertawa kecil dan mempersilahkan Nigel untuk mencicipi minuman dan makanan.
175. EXT. GUDANG - MALAM
Para pekerja terlihat berbaris dan atasan Edgar terlihat sedang memberikan amplop. Saat giliran Edgar, atasannya menarik kembali amplopnya.
ATASAN EDGAR
Kamu masih mau lanjut kerja disini?
EDGAR
Iya, Pak.
ATASAN EDGAR
Hmmm, nih (memberikan amplop). Saya masih butuh kamu. Minggu depan bakal banyak lembur.
Edgar menerima amplop dan para pekerja pun pamit pergi.
176. EXT. JALANAN - TOKO SEPATU - MALAM
Edgar menghentikan jalannya saat melewati toko sepatu. Dia masuk dan melihati sepatu-sepatu disana. Lalu sebuah sepatu futsal menarik perhatian Edgar. Penjaga toko mendekati Edgar dan bertanya,
PENJAGA TOKO
Ada yang bisa dibantu?
Edgar dengan ragu menunjuk sepatu futsal itu dan bertanya,
EDGAR
Sepatu ini harganya berapa, yah, Mas?
PENJAGA TOKO
500 ribu, Pak.
Edgar mengangguk. Dia mengintip uang diamplopnya yang hanya ada 3 lembar uang 100 ribu.
EDGAR
Sabtu besok saya balik kesini lagi, Mas.
PENJAGA TOKO
Baik, Pak. Ditunggu kedatangannya kembali.
Edgar keluar dari toko dengan perasaan kecewa. Diluar toko Edgar masih memandang sepatu futsal yang ia incar.
177. EXT. GANG KONTRAKAN - POS RONDA - MALAM
Title: H-6 pertandingan final Dans
Dans memundurkan sepedanya dan menoleh ke pos ronda. Dia mendekat dan melihat Nigel yang tengah tidur disana. Dibangunkannya pelan.
DANS
Nigel (sambil menepuk pelan kaki Nigel).
Tubuh Nigel merespon. Nigel meregangkan tubuhnya sambil menguap. Melihat Dans duduk disampingnya membuat Nigel terduduk.
NIGEL
Abang udah pulang?
DANS
Kenapa tidur disini?
NIGEL
Kemarin Abang juga nunggu Nigel disini.
Dans berdecak. Lalu dia menarik tangan Nigel untuk berdiri.
DANS
Perut lo bunyi.
Dengan langkah lesuh Nigel berjalan menuju sepedanya yang diparkir disamping pos ronda. Lalu keduanya menjalankan sepeda pulang.
178. EXT. TEMPAT KERJA EDGAR - SIANG
Title: H-5 pertandingan final Dans
Firman menghentikan kerjaannya dan menatap Edgar yang terlihat bersemangat kerjanya. Edgar turun dan meminta Firman untuk mengisikan ember dengan semen yang Firman aduk.
EDGAR
Kenapa lihatin saya?
FIRMAN
Kamu kenapa akhir ini saya lihat semangat kerjanya?
Edgar tersenyum dan melihatkan foto sepatu futsal di toko waktu itu.
EDGAR
Saya mau beliin sepatu ini buat anak saya, Dans. Minggu besok dia tanding soalnya.
FIRMAN
Pantes.
Edgar tersenyum dan memasukkan ponselnya ke celana.
FIRMAN (CONT'D)
Tapi meskipun se-semangat itu, gajimu bakal tetep. Sama kayak minggu-minggu yang lalu.
EDGAR
Bener juga (wajah kecewa, tapi sedetik kemudian semangat lagi). Tapi enggak ada salahnya juga buat semangat kerja.
Firman mengisi ember penuh dengan semen. Edgar mengangkat dan membawanya ke lantai atas.
FIRMAN
Semangat!!
CUT TO:
179. EXT. SEKOLAH BARU DANS - LAPANGAN - MALAM
Title: H-3 pertandingan final Dans
PELATIH BARU
SEMANGAT!!
Pelatih menyemangati para anggota futsal yang sedang melakukan pemanasan. Lalu mereka mulai bermain. Semua anggota futsal terlihat semangat dan juga kelelahan. Tetapi Toni terus berlari sambil meneriaki anggota futsal. Terlihat skills Dans yang makin meningkat setiap latihannya.
180. EXT. GANG KONTRAKAN - POS RONDA - MALAM
Dans sampai di pos ronda dan mendapati Nigel yang tengah belajar di sana.
DANS
Kapan cerdas cermatnya?
NIGEL
2 minggu lagi.
Nigel memasukkan bukunya dan berjalan menuju sepeda yang diparkir di pinggir pos ronda.
DANS
Gue boleh nonton?
NIGEL
Gak bisa. Cuma suporter dari sekolah yang boleh nonton.
DANS
Yaudah gue lihat di tv aja.
Lalu Dans dan Nigel menjalankan sepedanya.
181. INT. KONTRAKAN - PAGI
Title: H-2 pertandingan final Dans
Edgar memberikan tas berisi bekel ke Dans dan Nigel. Lalu dia mengantar kedua putranya ke depan dan menunggu mereka menggunakan sepatu. Terlihat Edgar diam-diam memasukkan minuman vitamin ke tas Dans. Dans melihatnya dan menoleh. Edgar menepuk punggung Dans pelan sambil berucap,
EDGAR
Biar semangat latihannya.
Dans berdiri dan salim ke Edgar. Nigel juga melakukan hal yang sama. Lalu keduanya pamit berangkat sekolah.
182. EXT. SEKOLAH BARU DANS - LAPANGAN - SIANG
Para anggota futsal sedang berkumpul mendengarkan arahan pelatih.
PELATIH BARU
Hari ini, hari terakhir kita latihan. Hari ini juga terakhir kali kalian boleh ngelakuin kesalahan. Ngerti kalian?
ANGGOTA FUTSAL
Ngerti, Bang.
PELATIH
Oke, siap-siap pemanasan.
Para anggota futsal berhamburan ke pinggir lapangan. Ada yang membenarkan tali sepatu. Ada yang menguncir rambut. Ada juga yang mengambil air minum. Dans mengambil minuman vitamin ditasnya. Dia menatap minuman vitamin cukup lama. Saat peluit dibunyikan, Dans segera meminum minuman vitamin itu hingga habis.
TONI
Ayo semuanya semangat. Kemenangan ada didepan mata kita.
Para anggota futsal berbondong masuk ke lapangan. Pelatih menyoraki Toni untuk menggodanya.
PELATIH BARU
Woahhh... Ketua futsal kita makin keren.
Toni terlihat malu-malu. Para anggota futsal tertawa.
TONI
Apaan, sih, Bang?
PELATIH BARU
Aduh pipinya merah kayak gadis lagi pdkt.
Anggota futsal tertawa. Toni mendekat dan memasukkan peluit ke mulut Pelatih. Pelatih pun mengisyaratkan anggota futsal untuk berada diposisinya masing-masing. Lalu peluit pun ditiup dan pertandingan dimulai. Pelatih berjalan ke pinggir lapangan dan menyemangati para anak didiknya.
PELATIH BARU
Semangat!! Fokus dan hati-hati. Jangan sampai ada yang luka.
Para anggota futsal bermain dengan semangat. Mereka juga melakukan latihan satu-satu bergiliran. Seperti latihan menggiring bola, menembak bola ke gawang, dan lainnya.