Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
129. EXT. GANG KONTRAKAN - MALAM
Dans dan Nigel belok ke gang kontrakan. Dans melihat bahu Nigel yang terkena air hujan. Dans mengarahkan payung ke Nigel dan membiarkan bahunya yang terkena air hujan.
NIGEL
Bang! Itu Ayah? (sambil menunjuk dengan jari telunjuk)
Dans menoleh mengikuti tunjukan Nigel. Terlihat Edgar berlari kecil dengan jaket yang menutupi kepala. Dans dan Nigel menghentikan langkah, menatap Edgar kasihan.
DANS
Emang kuli kerjanya sampai malam, dek?
NIGEL
Enggak, deh, Bang. (beat) Gatau lagi kalau lembur.
Dans menoleh pada pos ronda yang sepi.
DANS
Kita duduk situ dulu, yuk. Biar Ayah bisa istirahat sebentar.
Nigel mengangguk. Keduanya berjalan menuju pos ronda dan duduk di sana.
130. EXT. POS RONDA - MALAM
Dans duduk dengan kaki yang ia ayun-ayunkan. Nigel berbaring dengan kedua mata yang tertutup. Keduanya masih terlihat canggung untuk membuka obrolan. Dans menoleh pada Nigel.
DANS
Ketiduran, gue tinggal.
NIGEL
Nigel lagi siapin diri buat ketemu Ayah.
Dans kembali menatap hujan yang mulai reda.
DANS
Kayak mau ketemu siapa aja. (beat) Ayah enggak bakal marah.
NIGEL
(membuka mata) Tetep aja Nigel takut. Malu juga sama Ayah.
DANS
Justru itu bagus. Lo sadar kalau punya salah. (beat) Entar jangan ngehindar dari Ayah. Sebisanya lo minta maaf duluan.
Nigel menggumam. Keduanya kembali terdiam. Nigel melihat tali sepatu yang keluar dari tas Dans.
NIGEL
Tadi Abang habis main futsal?
Dans menggumam.
DANS
Kenapa? Lo gak suka?
NIGEL
Nanti kalau Abang mau tanding, bilang, yah. Nigel mau lihat.
DANS
2 hari lagi gue tanding.
NIGEL
Oh, ya? Oke, Nigel bakal datang.
DANS
Gue tunggu.
Hujan berhenti. Dans berdiri dan menyuruh Nigel bangun. Nigel pun bangun dan keduanya berjalan pulang.
131. INT. KONTRAKAN - MALAM
Edgar keluar dari kamar mandi dan mendengar suara pagar dibuka. Pintu rumah dibuka dan munculah Dans lalu diikuti Nigel dibelakang. Edgar tersenyum dan langsung berlari memeluk Nigel. Nigel membeku dipelukan Edgar. Sementara Dans pergi berjalan menaruh tasnya di kamar lalu pergi ke kamar mandi.
EDGAR
Kamu gapapa, kan? Apa masih panas? (sambil menyentuh kening Nigel) Udah enggak. Badanmu gak ada yang luka? (sambil mengecek dengan memutar tubuh Nigel)
NIGEL
Nigel baik-baik aja.
Edgar menarik tangan Nigel dan melihat sobekan di jaket Nigel. Nigel yang sadar segera menarik tangannya kembali.
EDGAR
Itu kenapa? Sini Ayah lihat!
NIGEL
(Menggeleng) Udah diobatin kok sama Abang.
Edgar tersenyum lalu menggandeng lengan Nigel menuju meja makan.
EDGAR
Kamu pasti lapar, kan? Ayah tadi beli cap cay. Kita makan bareng, yah?
Nigel mengangguk. Keduanya menarik kursi untuk duduk. Edgar mengisi piring Nigel dengan nasi dan cap cay yang banyak.
EDGAR
Kamu harus makan yang banyak.
Nigel tersenyum kaku lalu memasukkan sesuap nasi ke mulutnya. Edgar duduk diam menatap Nigel sambil tersenyum.
EDGAR
Ayah senang akhirnya kamu pulang juga. (Matanya berkaca-kaca)
Nigel tidak berani mengangkat wajahnya sedikit pun. Dia fokus makan cap cay.
EDGAR (CONT'D)
Ayah minta maaf karena bawa kamu dan abang kamu ke sini tanpa bicara dulu sama kalian. Karena Ayah juga keluarga kita jadi renggang. Kamu mau kan maafin Ayah? (beat) Ayah bakal berusaha jadi sosok Ayah yang perhatian dan selalu ada untuk kamu juga abang kamu. Sadarin Ayah juga kalau Ayah masih enggak nepatin janji itu.
Nigel hanya menganggut-anggut.
INSERT TO: Dans keluar dari kamar mandi. Dia berdiri menatap Nigel dan Edgar yang duduk di meja makan. Menunggu hingga mereka selesai berbicara.
CUT BACK TO:
132. INT. KONTRAKAN - MEJA MAKAN - MALAM
Nigel tidak nyaman. Kedua tangannya tidak berhenti mengusap-ngusap paha kakinya. Dia juga tidak berani menatap wajah Edgar.
EDGAR
Tapi kamu janji, jangan lagi kabur dari rumah. Ayah khawatir dan takut kamu kenapa-kenapa. Jadi Ayah mohon, jangan lakuin itu lagi. Bisa kan, kamu kabulin itu?
Nigel mengangguk. Dia berdiri dengan tubuh kikuknya sambil berkata,
NIGEL
Nigel mau tidur. Makasih makanannnya.
Dengan langkah buru-buru Nigel masuk ke dalam kamar. Dans melihat tingkah adiknya dan segera menyusul. Edgar yang melihat Dans akan masuk ke kamar memanggilnya.
EDGAR
Dans! Kamu gak makan?
Dans menoleh.
DANS
Ayah makan dulu aja. Dans belum lapar.
Segera setelah itu Dans masuk ke dalam kamar.
133. INT. KONTRAKAN - KAMAR DANS DAN NIGEL - MALAM
Nigel berdiri di dekat lemari dengan wajah takutnya. Saat pintu kamar dibuka, Nigel membalikkan badan. Melihat Dans masuk, Nigel langsung berlari ke dalam pelukan Dans.
NIGEL
Bang...(dengan suara gemetar).
Dans memeluk Nigel saat mendengar suara tangis.
DANS
Gapapa. Abang tahu ini sulit, dek.
Tangis Nigel makin menjadi hingga dia sesenggukan. Nigel melepas pelukan dan menatap wajah Dans.
NIGEL
Ba-Bang, Nigel gak bisa. Nigel gak bisa bilang maaf duluan.
Dans mengusap air mata yang keluar dari kedua mata Nigel.
NIGEL (CONT'D)
Nigel bener-bener anak yang buruk. Harusnya Ayah enggak ngakuin anak bandel kayak Nigel ini sebagai putranya.
Dans menggeleng dan terus mengusap air mata yang keluar dari mata Nigel.
DANS
Hei, gak boleh ngomong gitu. Lo anak yang baik, dek. Enggak harus sekarang minta maafnya.
NIGEL
Enggak, Bang. Harusnya Nigel duluan yang minta maaf. Bukan Ayah. Ta-tapi Nigel enggak bisa. Nigel malu. Nigel malu sama apa yang udah Nigel lakuin. Nigel malu udah ngebentak Ayah hari itu dan sekarang malah balik ke rumah. Nigel malu sama diri Nigel sendiri, Bang.
Dans memeluk Nigel dan juga sebaliknya.
DANS
Stttt... Nangisnya jangan kenceng-kenceng. Nanti Ayah denger.
Nigel langsung melipat bibirnya dan memiringkan kepalanya didada Dans.
DANS
Abang juga punya banyak salah ke Ayah. Jadi lo enggak sendirian yang harus minta maaf. Ada Abang. Pelan-pelan kita buka diri dan minta maaf ke Ayah. Karena enggak semua hal itu instan, dek. Harus ada prosesnya. Hmmm?
Tangis Nigel mereda. Dia mengangguk setuju dengan ucapan Dans. Dans tersenyum dan mengelus kepala Nigel.
134. INT. KONTRAKAN - MEJA MAKAN - PAGI
Dans dan Nigel membulatkan mata saat Edgar datang menaruh sepiring tumis udang di meja makan. Edgar tersenyum dan menarik kursi untuk duduk.
EDGAR
Ayah lagi belajar masak makanan favorit kalian. Jadi mungkin mulai hari ini Ayah bakal masak menu yang berbeda setiap hari.
Dans mengambil sendok lalu mengisi piring mereka dengan 3 sendok tumis udang.
EDGAR (CONT'D)
Selamat...
Nigel sudah memakan makanannya. Edgar dan Dans melirik Nigel yang terlihat kelaparan.
DANS
Makan (nada cuek).
Lalu Dans ikut menyantap sarapan. Edgar tersenyum lalu ikut menyantap makanannya. Dalam beberapa menit meja makan hening. Tidak ada yang berbicara kecuali sendok dan piring. Terlihat Edgar memberi tumis udang ke piring Dans. Tetapi Dans malah mengopernya ke Nigel sambil berkata,
DANS
Dans kenyang.
Setelah itu Nigel memakan 1 udang yang gemuk dan memberikan udang kecil kepada Edgar. Edgar tertawa kecil lalu memakan udang pemberian Nigel.
135. INT. KONTRAKAN - MEJA MAKAN - PAGI
Setelah menghabiskan makanannya, Dans berdiri dan menggendong tas yang semula ia gantungkan disandaran kursi. Nigel juga mengikuti apa yang dilakukan Dans. Edgar datang dari dapur membawa 2 kotak bekel yang ia serahkan kepada Dans dan Nigel sambil berkata,
EDGAR
Buat makan siang di sekolah. Biar uang jajannya bisa ditabung atau untuk keperluan lainnya.
Dans dan Nigel mengambil kotak itu. Lalu Dans menengadahkan tangannya kepada Edgar yang membuat Edgar bingung.
EDGAR
Ahh? Uang sakunya yang waktu itu Ayah kasih udah habis?
Dans menggeleng. Lalu Dans menarik telapak tangan Edgar dan menciumnya. Edgar terkejut. Nigel mengerut kebingungan.
DANS
Dans berangkat sekolah dulu.
Dans berjalan meninggalkan meja makan. Nigel bingung. Kakinya ingin melangkah mengekori Dans. Namun tangannya sudah terlanjur menengadah pada Edgar. Edgar kembali terkejut. Dengan ragu Edgar menyentuh tangan Nigel. Saat kedua tangan mereka telah menyatu, Nigel menarik tangan Edgar lalu menciumya. Setelah salim pada Edgar, Nigel buru-buru melepaskan tangannya dan berjalan mengekori Dans. Edgar tersenyum lalu melihat punggung tangannya.
136. EXT. DEPAN KONTRAKAN - PAGI
Nigel menutup pagar. Terlihat Dans yang memasukkan kotak makan ke dalam tas.
NIGEL
Abang tumben salim sama Ayah (sambil memasukkan kotak makan ke dalam tas).
DANS
Kan, gue udah bilang kemarin malam.
Dans berjalan pergi. Nigel mengangguk-ngangguk dengan mulut yang terbuka. Saat selesai memasukkan kotak makan, Nigel melihat Dans yang berjalan meninggalkannya.
NIGEL
Yah (suara pasrah). BANG!!! Tunggu Nigel!!
Dans tersenyum dan tetap berjalan. Nigel segera berlari mengejar Dans yang sudah jauh karena langkah kakinya yang panjang.
137. EXT. DEPAN KONTRAKAN - PAGI
Edgar keluar dan menutup pagar. Lalu dia berjalan menuju depan gang.
138. EXT. GANG KONTRAKAN - PAGI
Langkah kaki Edgar berhenti saat melihat kedua putranya yang belum juga berangkat sekolah. Terlihat Nigel yang sudah tidak sabar menunggu angkot dan Dans yang tetap tenang.
NIGEL
Aduh, Bang. Angkotnya lama banget.
DANS
Mau jalan kaki?
NIGEL
Ogah. Abang enak sekolahnya deket.
DANS
Mangkannya sabar. Bentar lagi juga datang.
Nigel menghembuskan napas besar. Dia jongkok di pinggir jalan sambil mengembungkan pipinya ke kanan dan ke kiri.
NIGEL
Coba aja motor custom Nigel bisa dibawa waktu itu. Mungkin sekarang Nigel udah bisa ngelanjutin tidur di sekolah.
Dans tertawa dan mengusap puncak kepala Nigel. Edgar terdiam mendengar percakapan Dans dan Nigel. Dia membalikkan badan, menunggu hingga kedua putranya sudah mendapat angkot.
139. INT/EXT. Jalanan - Angkot - Pagi
Dans turun dari angkot. Saat akan membayar, dia kembali memasukkan kepalanya. Nigel mengangkat kedua alisnya saat kepala Dans muncul kembali.
DANS
Sekolah yang bener. Awas kalau sampe bolos. (Lalu mengarahkan 2 jari ke matanya kemudian ke Nigel)
Nigel yang melihat wajah serius Dans bukannya takut malah tertawa. Mereka menjadi pusat perhatian seluruh penumpang. Lalu seorang ibu-ibu protes kepada supir angkot.
IBU-IBU
Ayo Bang, jalan!! Saya buru-buru ini.
Supir angkot melihat dari cermin sambil mengetuk-ngetukkan jari di setir.
SUPIR ANGKOT
Orang belum bayar, masa saya ngeng aja. Kalau buru-buru pake ojek online, Bu.
Ibu-ibu terlihat kesal sambil bibirnya komat-kamit. Nigel mengangguk dan mengisyaratkan dengan tangan agar Dans segera membayar angkot. Dans berjalan dan memberikan selembar uang 10 ribu ke supir angkot.
DANS
Sama anak dibelakang, Bang.
Supir angkot mengambilnya sambil menggumam paham. Lalu angkot berjalan. Setelah itu Dans berjalan menuju sekolahnya yang harus berjalan beberapa meter melewati tempat kerjanya juga.