Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
HOPE AND DREAM
Suka
Favorit
Bagikan
9. #9
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

25. INT. DI DALAM BANDARA UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO – MALAM HARI

 

Karena dia hanya membawa ransel kecil untuk menginap satu hari satu malAm, dia langsung menuju tempat taksi berada, setelah selesai melakukan pemeriksaan data dirinya.

 

26. EXT. TEMPAT PENJEMPUTAN BANDARA UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO – MALAM HARI

 

Saat ditawarkan sebuah tumpangan taksi, dia langsung masuk bersama sang supir.

 

27. INT. TAKSI YOGYA – MALAM HARI

 

FATHAN

Pak, ke Rumah Sakit Sebumi Mentari ya.

 

Supir itu melirik Fathan dari kaca spion tengahnya.

 

SUPIR TAKSI

Baik pak.

 

Taksi mulai jalan, Fathan menghidupkan kembali ponselnya. Kemudian segera menelpon abinya. Setelah kali yang kedua telepon itu berdering dan terhubung dengan sang abi, Fathan mengubah tempat duduknya senyaman mungkin dan bersandar.

 

FATHAN (V.O.)

Assalamu’alaikum. Bi, Fathan sudah di Yoyga. Sekarang Fathan bisa lihat umi nggak?

 

IRFAN (V.O.)

Bisa, nanti telepon abi kalo sudah sampai di rumah sakit. Nanti abi jemput sekalian abi bawakan kalung sebagai penjaga pasien.

 

FATHAN (V.O.)

Oke bi, terima kasih. Assalamu’alaikum.

 

IRFAN (V.O.)

Waalaikumsalam. Hati-hati ya.

 

FATHAN (V.O.)

Ya bi.

 

Sambungan telepon itu terputus, Fathan menyandarkan kepalanya dan sejenak memejamkan kepalanya setelah memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.

 

Lima belas menit kemudian taksinya sampai di halaman Rumah Sakit Sebumi Mentari. Fathan memberikan uang dan keluar setelah mengucapkan terima kasih. Taksi itu segera pergi.

 

28. EXT. HALAMAN RS SEBUMI MENTARI – MALAM HARI

 

Fathan keluar dari taksi, sambil membenarkan ranselnya, dia memegang ponselnya dan menghubungi abinya melalui chat.

 

FATHAN

(Via Chat)

Bi, Fathan tunggu di ruang tunggu di luar ya.

 

IRFAN

(Via Chat)

Oke, abi ke luar nih.

 

Fathan duduk di muka dekat meja penjagaan. Sambil memainkan ponselnya untuk mengecek terkait pekerjaannya. Lima menit berlalu Irfan tiba di samping Fathan dan duduk. Fathan tidak sadar sebab sudah fokus dengan membaca email dari pekerjaannya yang tertunda.

 

Irvan mendekatkan mulutnya ke telinga Fathan tanpa membuatnya terganggu.

 

IRVAN

Ya, handphone terus…

 

Fathan terkejut, lantas dia sedikit terlonjak dan mengelus dadanya untuk menenangkan keterkejutannya.

 

FATHAN

Astaghfirullah bi, ngagetin aja.

 

IRFAN

Gini nih, yang bikin umimu kepikiran sampai jatuh sakit. Kerja kerja kerja terus, kawinnya kapan?

 

Fathan menyalimi tangan abinya.

FATHAN

Assalamu’alaikum abi, baik?

 

IRFAN

Waalaikumsalam, stress. Mikirin anak yang Cuma satu, tapi nggak kawin-kawin.

 

FATHAN

Kawinnya nanti bi, nikah dulu.

 

IRFAN

Ya, pokoknya gitulah.

 

FATHAN

Nanti ya bi, masih cari-cari yang cocok.

 

IRFAN

Tapi ada yang dekat nggak?

 

FATHAN

Ada, tapi ya gitu deh. Fathankan ke sini bukan mau bahas ini, tapi mau tenggokin umi tercinta.

 

IRFAN

Ya sudah, ikutin abi. Pakai ini dulu, biar nggak kena usir.

 

Irfan memberikan kalung penanda bahwa dia adalah wali yang akan menjaga pasien. Irfan dan Fathan masuk ke dalam rumah sakit.

 

29. INT. LORONG RUMAH SAKIT SEBUMI MENTARI – MALAM HARI

 

Irfan dan Fathan melalui lorong menuju kamar inap Atiya dalam diam. Irfan lurus menatap ke depan, Fathan sesekali menenggok ke kanan dan ke kiri.

 

17. INT. RUAN RAWAT INAP RUANG SEHATI NO 7 – MALAM HARI

 

Irfan masuk terlebih dahulu, menuju pojokkan untuk mengganti sandalnya. Fathan menyusul.

 

FATHAN

Assalamu’alaikum.

 

IRFAN

Waalaikumsalam. Taruh sepatu kamu di sana.

 

Irfan menunjukkan tempat sandal yang tersusun rapi dipojokan dekat pintu. Setelah Fathan meletakkan sepatunya dengan rapi, dia langsung pergi ke tempat pencucian tangan.

Fathan melihat Irfan melalu kaca yang ada didekat pencucian tangan itu.

 

FATHAN

Umi tidur ya?

 

IRFAN

Ya nih tidur, belum lama kamu chat, umi harus minum obat, mungkin efek ngantuk jadi tertidur.

 

Fathan hanya mengangguk dan menyelesaikan mencuci tangannya dengan bersih.

 

IRFAN (CONT’D)

Kamu istirahat aja dulu. Ngomong sama umi besok pagi aja.

 

Fathan melihat ibunya sekilas, lalu menaruh ranselnya dan berbaring. Dia buka kembali ponselnya, menyelesaikan memeriksa kerjaannya. Irfan melihat tingkah anaknya.

 

IRFAN (CONT’D)

Tidur, besok lagi cek kerjaanmu. Biar badan dan pikiranmu istirahat dulu.

 

Fathan tersenyum, karena ketahuan sedang memeriksa kerjaannya oleh Irfan. Fathan pergi charger ponselnya di nakas samping tempat tidur Atiya. Lantas dia kembali berbaring setelahnya.

 

CUT TO


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)