Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
5. INT. RUANG RAPAT PH – PAGI HARI
Aruna, Tyas dan Rosa tiba di ruang rapat. Setelah merekan merapikan pakaian, Tyas mewakili untuk mengetuk pintu rapat sebelum masuk.
Tok tok tok…
TYAS
Permisi pak, mohon maaf pak, kami terlambat.
FATHAN
Silakan masuk dan duduk. Kita langsung mulai rapatnya.
Mereka bertiga memasuki ruang rapat. Dari awal masuk dan sampai pertengahan rapat, Aruna selalu menundukkan pandangannya dari Fathan. Saat Fathan melihatnya, dia bingung dan menanyakan.
FATHAN (CONT’D)
Kamu sakit, Run?
ARUNA
Nggak pak, saya baik.
FATHAN
Oh ya, kok nunduk terus, kirain leher kamu lagi sakit.
Aruna yang merasa tidak enak mendengar perkataan manajernya itu akhirnya mengangkat pandangannya dan menatap Fathan. Ekspresi Fathan berubah, menahan tawa.
ARUNA
Alhamdulillah pak, sampai hari ini saya masih sehat walafiat.
Fatham berdeham, Tyas terbatuk dan Rosa menahan tawa sekuat tenaga. Aruna mengetahui gelagat rekan kerjanya sehingga menatap tajam mereka berdua.
Dengan canggung Fathan segera memimpin kembali rapat pagi itu.
FATHAN
Sampai di mana pembahasan kita tadi? Oh ya untuk Rosa, saya minta tolong ya untuk mencermati prosesnya nanti. Dan Aruna silakan sampaikan skripnya dulu.
Rapat pun masih berlanjut hingga pukul Sembilan lewat tiga puluh AM.
6. INT. DAPUR PH – PAGI HARI
Aruna, Tyas dan Rosa memasuki dapur dan Aruna menyapa salah satu OG yang ada di sana.
ARUNA
Pagi Bu Swar
Swarti menjawab sapaan itu dengan bingung.
SWARTI
Pagi mbak. Baru ya mbak?
Aruna membalas pertanyaan itu dengan kebingungan juga.
ARUNA
Eehh?
Rosa yang menyadari keadaan itu lalu menjawab dengan spontan.
ROSA
Aruna itu bu. Lagi cosplay aja dia.
Aruna melotot kearah Rosa dan protes.
ARUNA
Mbakkkkk!
Swarti memberikan tatapan tidak enak hati karena tidak mengenali Aruna.
SWARTI
Maaf mbak, pangling saya. Gaya baru ya mbak?
ARUNA
Nggak bu, cuma agak apes aja tadi.
Aruna kembali membuka alat make upnya dan membenarkan tampilannya yang berantakan. Saat dia melihat kaca dan berteriak.
ARUNA
Astaghfirullah!! Kok kalian nggak bilang penampakannya mengerikan ini sih!
7. EXT. JALAN MENUJU STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Aruna, Tyas dan Rosa jalan sambil mengobrol ringan dan tertawa hingga tiba di depan pintu studio.
8. INT. STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Aruna membuka pintu studio dan langsung menyapa Raka yang sedang sibuk mengatur kamera dengan penuh semangat dan keceriaan.
ARUNA
Assalamualaikum Mas Raka. Apa kabar?
Aruna berjalan mendekati Raka. Raka menghentikan pekerjaannya sejenak dan menoleh pada Aruna dan kawan-kawan.
RAKA
Waalaikumsalam. Baik Run. Eh ada Mbak Tyas dan Mbak Rosa juga. Silakan duduk dulu.
9. INT. RUANG TUNGGU STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Raka pergi ke lemari pendingin dekat kursi tunggu tamu. Aruna, Tyas dan Rosa duduk setelah dipersilakan oleh Raka.
RAKA
Mau minum apa?
ROSA
Air putih aja mas, untuk kami.
Aruna langsung menyela jawaban dari Rosa.
ARUNA
Mas, biar Mbak Tyas dan Mbak Rosa aja air putih, aku air yang ada rasanya ya mas, terserah aja.
TYAS
Ya ampun, maaf ya mas, Aruna memang gini anaknya.
ROSA
Malu-maluin aja sih Runnnn…
Rosa mencubit kecil lengan Aruna yang duduk disebelahnya.
ARUNA
Aduh, sakit tau mbak.
Aruna mengusap lengannya yang habis dicubit kecil oleh Rosa.
RAKA
Nggak apa-apa Mbak, Aruna memang seperti itu. Saya sudah kenal kok sama Aruna, dia sahabat istri saya.
TYAS
Ohh, sudah ada istrinya ya mas, aahh sayang bangettt..
Dengan nada galak dan tatapan dibuat sinis Aruna mencela percakapan itu.
ARUNA
Kenapa, mau mengembat?
TYAS
Ya kalau masih sendiri sih mau gue gebet, sayang Run, cogan disia-sia-in, mubazir.
Raka tertawa melihat pertengkaran candaan itu antara Aruna dan rekannya.
ROSA
Ya Allah Gustiii, tobat gue punya teman-teman yang seperti ini. Apa salah Hamba Gusti…
ARUNA
Mulai, mulai deh sinetronnya.
Balas Aruna menyindir kelebay-an Rosa.
ARUNA
Maaf ya mas, emang gini rekan-rekanku, rada gila.
Tyas dan Rosa yang mendengar itu langsung menyerbu Aruna. Setelah puas membalas perkataan Aruna, Tyas membuka suara perilah kerja samanya kali ini.
TYAS
Oh ya mas, ini baru pertama kita ketemu ya, kami dapat informasi dari Pak Fathan kalau untuk beberapa waktu ke depan kita akan kerja sama jika ada pemotretan atau perekaman produk atau iklan.
RAKA
Ya Mbak, benar. Sekitar enam bulan ke depan saya bantu dalam pekerjaan pemotretan atau perekaman video produk atau iklan dari PHnya Mbak-mbak sekalian.
ARUNA
Wah mantap, bisa ketemu Ira nih kalau dia mampir ke studio.
RAKA
Ya bisa aja, nanti aku kabari kalau dia sudah ada di sini. Oh ya, untuk kegiatan kali ini katanya kamu ya Run yang nulis skripnya, boleh lihat?
ARUNA
Boleh dong Mas.
Aruna menyerahkan skrip yang sudah disetujui oleh Fathan ke Raka. Raka membaca skrip. Rosa memecahkan keheningan itu.
ROSA
Oh ya mas, katanya model produk kali ini si Aisyah Dariyah ya, kenapa bisa dia?
TYAS
Eh, seriusan lu Ros, kok bisa? Beneran mas?
Tyas dan Rosa mulai tertarik dengan pembahasan ini. Aruna menatap bingung ketertarikan dua rekannya ini. Raka selesai membaca skrip dan menyerahkan skripnya ke Aruna kembali.
RAKA
Ya benar. Ngaak tau juga sih itu gimana, yang jelas Fathan Cuma ngasih tau aku kalo modelnya kali ini si Aisyah.
ROSA
Bukannya agak ribet ya mas orangnya?
TYAS
Denger-denger kalau pakai dia juga banyak banget minta dan persyaratannya.
RAKA
Benar sih, Cuma mau gimana ya, hasil kerja dia juga patut diperhitungkan dan biasanya produk hasil endorse-annya juga bakal laku keras. Mungkin aja ini salah satu strategi si Fathan buat mencapai target kerjanya, kan?
TYAS
Benar juga ya..
Rosa hanya menganggukan kepala, Aruna hanya fokus menyimak karena nggak paham pembicaraannya.
RAKA
Ya sudah kalau gitu kalian santai aja dulu sambil nunggu kedatangan Aisyah. Saya mau cek sekali lagi buat alat-alat yang mau digunakan nanti.
ROSA
Ya Mas, silakan.
Raka beranjak pergi.
Setelah kepergian Raka, Aruna yang dilanda penasaran pun bertanya.
ARUNA
Siapa sih Aisyah? Terkenal banget ya memang Mbak?
TYAS
Banget dong, cantik, banyak penggemar cowoknya, dan eh, omong-omong, kok bisa ya Pak Fathan kenal sama Aisyah?
ROSA
Ehhh, iya ya, kok aku baru sadar!
Aruna menyandarkan diri, mengambil posisi duduk santai ketika para rekannya kembali memulai gosipnya.
ARUNA
Ya bisa aja, kan. Namanya juga manajer, luas juga kali linknya.
Tyas menunjul kepalanya Aruna pelan.
TYAS
Yee, ya kali Cuma sebatas itu aja. Ini sudah jadi rahasia umum ya, kalau mau ajak kerja sama Aisyah itu ribetnya minta ampun. Ini proyek belum lama loh, tiba-tiba, cling, kita kerja sama sama Aisyah dengan mudahnya.
Tyas menjelaskan ala nenek sihir yang mengayunkan tongkatnya.
ROSA
Setelah dipikir-pikir, benar juga ya. Jangan-jangan…
Pembicaraan ketiganya berhenti setelah seorang wanita cantik dan modis memasuki Studio Foto Lekang. Wanita ini langsung menghampiri Raka dan terlihat sedang berbincang ringan.
Tanpa melihat Aruna yang sedang tercenggang ketika melihat sosok wanita yang baru saja masuk tadi, Tyas menyikut pelan Aruna.
TYAS
Itu tuh Run, si Aisyah itu..
Ketika Tyas tidak mendapatkan respon dari Aruna dia melihat ke samping ke Aruna.
TYAS
Ya.. ini anak, halooo Arunaa
Tyas melambaikan tangannya di depan muka Aruna. Mendengar suara Tyas yang agak nyaring membuat Rosa melihat kea rah Aruna dan tertawa kecil.
ARUNA
Maa Syaa Allah, itu cantik banget Mbak…
Tyas dan Rosa tertawa melihat ketercenggangan Aruna yang baru pertama kali melihat sosok Aruna.
ARUNA
Fix, ini Pak Fathan ada apa-apa deh sama si Aisyah-aisyah ini.
ROSA
Ehh, tiba-tiba??
Rosa menggelengkan kepalanya, Tyas menepuk jidatnya dan Aruna cengengesan.