Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
21. INT. AUDITORIUM – PAGI
Cast. IKRAM & MASSA
FX. : Lagu diputar.
Hampir tiga puluh orang duduk menjadi audiens. Tokoh utamanya adalah Ikram. Lelaki itu tengah melangsungkan acara bedah buku.
IKRAM
Ada pertanyaan?
Seorang perempuan mengacungkan tangan.
PENANYA
Motivasi Kakak apa ketika mengulang dari awal perjuangan Kakak sampai saat ini terkabul menjadi seorang psikolog dan membukukan kisah seseorang untuk menjadi buku?
IKRAM
(Tersenyum simpul)
Dua empat per tujuh, itu yang saya bawa sampai ada di tahun ke sepuluh ini. Tujuh tahun saya mengulang masa di mana saya menjadi apa yang didedikasikan oleh orang tua saya, tapi saya tetap berjuang di jalan saya sendiri. Saya belajar dari Iru, mungkin dia akan mengolok saya saat mendengar ini. Dia wanita hebat, wanita kuat, segalanya yang tidak akan pernah cukup untuk menjadi dua empat pertujuh. Psikolog itu pekerjaan saya, tapi menulis itu tetap menjadi hobi, karena saya dapat bertemu dengan Iru saat ada di lingkaran dunia fiksi.
(Tersenyum sekali lagi)
Trauma itu tidak akan pernah hilang dari kehidupan, dia tetap menjadi teman setia sampai habisnya nyawa. Terlepas dari itu semua, saya menekankan untuk siapa saja. Tolong jaga diri kalian, karena kalian itu berharga.
Riuh tepuk tangan di seluruh auditorium bedah buku dari seorang psikolog muda berhasil membuat orang terkagum. Ikram membungkuk hormat kepada audiensnya.
CUT TO
22. EXT. MAKAM – PAGI
Cast. IKRAM
Di sebuah makam, Ikram jongkok. Mengguyurkan air setelah mencabut rumput yang tumbuh di sana. Kemudian, menaburkan bunga mawar dan meletakkan buket bunga. Ia mengelus sejenak papan nisan putih yang tertulis nama Nandira Kaluna Sabiru.
Ingatan Ikram tertuju pada sebuah berita sepuluh tahun silam.
REPORTER (O.S.)
Seorang mahasiswa semester akhir melakukan percobaan diri digagalkan oleh mahasiswa baru. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat dan hemofilia yang dideritanya.
Ikram tersenyum kecil.
IKRAM
Selamat, Iru sembuh. Iru bebas. Iru gak perlu takut kalau ada di dekat Kak Iam lagi. Iru bisa jadi langit sekarang. Iru gak perlu nyari rumah untuk pulang, karena Iru udah ada di rumah yang tepat. Iru juga udah nggak perlu lagi ngerasain sakit. Iru, selamat, ya! Tugas Iru selesai, Kak Iam lepas gandengan tangannya, ya!
Ikram meletakkan bangau dari origami biru yang kusut. Origami yang dirinya selesaikan dalam waktu tujuh hari, akan dia hadiahkan pada Luna saat wisudanya, nyatanya gadis itu pulang ke pangkuan Tuhan lebih dulu. Ikram tersenyum simpul, mengusap rambutnya yang terkena panas.
[FADE OUT]
[END]