Cuplikan Chapter ini
Sambil melangkah pergi Ranti menghela napas panjang sebuah napas lega yang keluar dari paru-parunya Rasa takut yang tadi sempat menyiksanya yang sempat mencengkeram hatinya kini terasa seperti kenangan yang jauh samar dan tak berarti Ia bangga pada dirinya sendiri sebuah rasa bangga yang tulus dan mendalam Ia telah menembus batas ketakutannya menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dan keluar sebagai pemenang tanpa harus mengotori tangannya dengan kekerasan atau kebencia