Cuplikan Chapter ini
Matahari mulai meninggi di ufuk timur saat Gilang menghentikan mobilnya di depan kafe Begitu pintu terbuka Ranti melihat sosok sempurna yang sangat berbeda dari monster di telepon semalam Gilang turun dengan kemeja flanel yang rapi senyum yang teduh dan tatapan mata yang seolah-olah dia adalah seorang pria yang tidak pernah menyakiti seekor semut punRanti Akhirnya ucap Gilang dengan nada yang dibuat-buat sangat sopan nyaris menyerupai intonasi seorang pria religius yang memelihara