Cuplikan Chapter ini
Dumai di hari Minggu tidak pernah benar-benar tidur Cerobong-cerobong kilang di ufuk timur tetap memuntahkan asap keperakan yang mengotori langit subuh namun bagi Ranti hari ini adalah satu-satunya celah sempit di mana ia bisa melepas topeng algojonya sejenak Di atas meja kayu apartemennya yang mulai digerogoti kelembapan uap laut bukan ponsel hangat bergetar yang ia tatap Matanya tertuju pada sebuah slip transfer bank berwarna merah muda dan selembar surat pendek yang baru tiba dari ka