Cuplikan Chapter ini
Dumai di bawah tatapan orang-orang yang lelah adalah seonggok mesin raksasa yang berkarat oleh uap garam Namun bagi Ranti kota itu kini telah mengalami transfigurasi yang ganjil Sejak suara Gilang menjadi napas kedua di dalam kamarnya setiap kepulan asap dari cerobong kilang tidak lagi terasa menyesakkan melainkan tampak seperti pita-pita kelabu yang mengikat langit malam Ranti telah dipindahkan dari realitas yang vulgar ke dalam sebuah ruang kaca yang indah sebuah keterasingan yang e