Cuplikan Chapter ini
Ranti merasakan mual yang hebat merayap di pangkal tenggorokannyasebuah rasa mual yang lahir bukan dari penyakit fisik melainkan dari kesadaran yang mendadak tentang siapa pria yang selama ini ia agungkan Di tengah kegelapan kamarnya di Dumai sebuah kilat provokasi yang dingin mulai menyambar di dalam kepalanya Ia berdiri di depan cermin lemari yang retak menatap bayangan seorang wanita yang baru saja disebut sebagai barang ternodaPria di seberang telepon itu sang ksatria intelektual