Cuplikan Chapter ini
Telunjuk kanan Dhika masih membuat irama ketukandi atas meja berusaha sabar menunggu jawab panggilan di ponselnya Sudah kesekian kali tapi yang ia dengar selalu suara operator membuatnya geram sajaTitDimana kamu Kenapa baru mengangkatnya Kamu baik-baik saja berondong Dhika dengan sejuta pertanyaan saat ponsel Resya akhirnya menerima telefon darinyaDisisi lain Resya kini tengah terduduk di kursi tidak sadarkan diri Tubuhnya terikat pada kursi kayu tua yang kokoh Reinal dudu