Cuplikan Chapter ini
Resya hanya mematung di boncengan Tera Air mata sudah terasa kering karena terus menangis sejak tadi Tera berembus pasrah melihatnya dari pantulan kaca spion karena memang tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain ini Seandainya gadis itu tidak keras kepala sejak awal dan memilih menghindari masalah tentu ia tidak akan ikut merasakan kehancuran sedalam ini Tera terus menyayangkannya dalam hatiTera menepikan motor di pinggiran jalan yang mulai banyak dilewati penduduk Meski hanya be