Cuplikan Chapter ini
Mata Resya terpaku pada papan majalah dinding di samping gerbang masuk kampus Mulutnya terbuka tidak percaya dengan apa yang ia baca Tepat di depannya tulisan berkapital merah tebal membuatnya serasa sesak napasPERANGApalagi terpajang nama Dhika dan Revan disana membuat kedua kaki Resya buru-buru melesat pergi Resya benar-benar tidak menyangka Apa yang sudah terjadi kemarin saat dirinya tidak ada Benar-benar gila Langkahnya semakin cepat mata Resya terlihat mencari-cari entah si