Cuplikan Chapter ini
Resya turun dari taksi sedikit ragu Berkali ia memastikan pada sopir apa mereka tidak salah alamat tapi jawabannya tentu saja tidakResya berdiri tepat di depan rumah berpagar besi warna emas yang mengkilap saat berpantul dengan cahaya matahari Pagar itu menjulang tinggi pucuk runcingnya seperti hendak menembus langitDari sela-sela pagar bisa dinikmati bentuk bangunan yang terlihat fantastis dimata Rumah megah yang menjadi bangunan sentral terpampang apik dari jauhResya ternganga