Cuplikan Chapter ini
Keesokan harinya matahari kembali memancarkan cahayanya memberikan rasa hangat sekaligus juga semangat untuk memulai hari yang baru Namun tidak dengan Rendra ia menghela napas dalam seraya menyetir Sorot matanya tampak tajam menatap ke depan namun bukan karena jalanan yang terlihat lenggang tanpa kemacetan Melainkan karena hatinya yang terasa hancur dengan masalah dan beban pikiran yang seolah tak pernah berakhirSementara di dalam kamarnya Maya duduk terdiam dengan posisi menghad