Cuplikan Chapter ini
Di kamar hotel yang hening Ayunda duduk di tepi ranjang Dari balik jendela cahaya di kota itu berkedip jauh di bawah sana tapi hatinya seolah begitu dekat dengan sunyi Ayunda diam dadanya seolah terasa berat tatapannya pun nampak kosong mengarah ke luar jendela mencari jawaban yang entah ada atau tidak Tirai yang bergoyang pelan oleh hembusan pendingin ruangan menambah rasa dingin yang kian menusuk dalam kesendiriannya itu pikirannya seolah berputar dan berkelana antara lelah dalam